Jarang orang mau
mengakui, kesederhanaan adalah kekayaan yang terbesar di dunia ini: suatu
karunia alam. Dan yang terpenting diatas segala-galanya ialah keberaniannya.
Kesederhaan adalah kejujuran, dan keberanian adalah ketulusan. – Pramoedya
Ananta Toer
Sore itu ,sekitaran
pukul 17.30. Di sebuah restoran cepat saji. Saya dan anak sedang makan. Di luar
di balik jendela kaca. Ada seorang ibu yang kelihatan habis berjualan minuman
keliling. Ia bersama anaknya. Umur anaknya sekitar 5 tahunan. Mereka sedang
duduk. Sang anak sedang minum minuman softdrink diatasnya ada ice cream.
Biasanya disebut fant* float. Sesaat kemudian adzan maghrib. Ibu yang tadi,
mengambil botol minum dari tas dan meminumnya.sepertinya dia sedang membatalkan
puasanya. Sambil minum dia menatap anaknya yang menawarkan softdrink. Tapi sang
ibu menolak dan tersenyum. Pemandangan yang indah buat saya. Entah apa yang
dipikirkan sang ibu,tapi yang pasti dalam hatinya dia hanya menginginkan anak
nya merasa senang. Kejadian sederhana namun bermakna buatku. Banyak sekali pemikiran para ahli tentang
ketulusan.
Tapi bagi saya,gambaran nyata tentang
ketulusan yaitu seorang ibu. Ibu bersedia meregang nyawa saat melahirkan, berani
berkorban untuk
seorang bayi kecil yang belum pernah melakukan kebaikan apapun untuk sang ibu.
Setiap hari biasanya mengomel, banyak hal yang di omelin . Tapi itulah seorang
ibu.
“Banyak Ibu yang baik di dunia, tapi hanya ada
satu yang terbaik bagiku yaitu ibuku, untuk kemaren,hari ini dan selamanya”
Tidak peduli bagaimana
cara mereka membesarkan sang anak. Ada yang mendidik dengan cara yang tegas ada
pula dengan cara yang halus. Tetapi yang pasti mereka tulus melakukan.
Banyak Bersyukur milenials yang masih punya ibu. Karena banyak anak-anak
yang harus berpisah dengan ibunya entah meninggal atau sengaja ditinggalkan
karena kondisi sang ibu yang mungkin sedang terguncang saat pergi.Karena ibu
hanya punya hati yang tulus. Apapun yang terjadi hatinya tidak goyah untuk
tetap kuat berbuat baik,terlebih khusus baik kepada bayi kecilnya. Ini
menurutku Kebaikan
yang hakiki. Tanpa memerlukan balasan. Begitu besar hati ibumu.
“kalau tak pintar, jadilah yang anak yang baik. Itu
sudah cukup untuk ibumu’’.
“Ibu yang sangat mencintaimu mendengar apa yang
kamu katakan bahkan memahami apa yang belum engkau katakan.”
Mengasihi tanpa syarat dalam psikologi dikenal
sebagai genuine acceptance (penerimaan yang tulus dan apa adanya). Mencintai
anak dengan penuh ketulusan adalah mencintai tanpa memikirkan balasan, tidak
menghiraukan apa yang akan anak kita berikan pada kita, tidak mempedulikan apa
kata orang lain. Seperti ini pemikiran ibu.
Lebaran adalah Saat
yang paling tepat untuk berterimakasih pada ibu. Apabila selama ini hanya ada
didalam hatimu. Hari ini adalah saat yang tepat,untuk mencium tangan ibumu
dengan perasaan tulus.tunduk didepan nya. Cukup bilang terimakasih bu dan maafkan aku karena sering membuat ibu marah.” Ungkapan mu
lebih besar dari apapun .
Sering banget ini muncul di otak dan dipikiran.
Sebenarnya tujuannya untuk apa. Apa karena mau telihat hebat di mata orang.
Atau lebih menginginkan kenyamanan hidup. Gak peduli cara apapun yang di tempuh
yang penting “terlihat hebat”.
Ini yang sering terjadi, terlebih pada orang
muda. Dan sedihnya ,biasanya hal ini di terima sejak kita masih sangat kecil.
Contoh kejadian naas,orang lebih memilih mengakhiri hidup hanya karena
menginginkan “pengakuan hebat” :
Diantaranya Junghyun (artis korea), Song Ji
Seon, dan masih banyak lagi di dunia. Di Indonesia sendiri, rasio kematian
akibat bunuh diri adalah 4,3 dari 100.000 penduduk. Berdasarkan data dari
Riskesdas dikombinasi dengan data dari Pusdatin Kemenkes, gejala depresi dan
kecemasan sudah diidap orang Indonesia sejak usia 15 tahun
(detikhealth01/11/18).
Apakaitannya dengan judul artikel,sangat
berkaitan erat. Disaat semua ekpektasi di atas tidak terpenuhi atau lebih
tepatnya belum terpenuhi. Besar kemungkinan membuat orang rentan stres. Dan
apabila tidak di dukung oleh lingkungan keluarga, teman, sekolah, atau tempat
kerja .akan meningkatkan perasaannya menjadi depresi. Karena hanya orang yang
terlihat hebat lebih banyak menarik simpati banyak orang. Saat kita terjatuh
dalam kegagalan hidup orang hanya akan melihat “sebelah mata”. Kejadian seperti
ini harusnya tidak terjadi. Bukankah kita manusia yang memiliki perasaan
simpati. Orang yang berhasil ataupun gagal mereka membutuhkan simpati yang
sama. Kalau tidak bisa berempati pada orang yang sedang “gagal” setidaknya
jangan merendahkan dengan membagi kisahnya yang hanya menambah antipati lebih
banyak orang. Karena tidak ada yang diuntungkan, sehebat apapun kamu saat ini
pasti akan berakhir,sama halnya dengan kegagalannya pasti akan berlalu.
Banyak tokoh dunia mengingatkan kita tentang
kebaikan yang tidak selalu dengan materi tetapi bisa hanya melalui perlakuan
dengan saling menguatkan antara sesama. Karena hidup hanya perlu dilakukan
sewajarnya, tidak perlu terlalu memaksa keadaan hingga mengorbankan diri
sendiri atau bahkan orang lain.
Contoh kutipan dari para tokoh dunia:
“Get busy living or get busy dying”
“Sibuk dalam menjalani kehidupan atau sibuk
mati-matian”
– Stephen King
“Either you run the day or the day runs you”
“Entah kamu yang menjalani harimu atau
hari-harimu yang mengendalikanmu”
– Jim Rohn
“Life is not a problem to be solved, but a
reality to be experienced”
“Kehidupan bukanlah permasalahan yang harus
diselesaikan, namun kenyataan yang harus dilalui”
– Soren Kierkegaard
“Our prime purpose in this life is to help
others. And if you can’t help them at least don’t hurt them”
“Tujuan utama dalam kehidupan ini adalah untuk
membantu orang lain. Jika kamu tidak dapat membantu mereka, setidaknya jangan
sakiti mereka” –
Dalai Lama
Mari saling menguatkan. Berbagi kebaikan kepada
siapapun,
Kewirausahaan adalah hasil
suatu disiplin serta proses sistematis penerapan kreativitas dan inovasi dalam
memenuhi kebutuhan dan peluang di pasar, manurut Thomas W. Zimmerer (1996).
Karena adanya perubahan
paradigma kearah globalisasi yang menuntut keharusan untuk lebih unggul dalam
persaingan maka terjadi perubahan pada paradigma pendidikan kewirausahaan.
Menurut Prawirokusumo dalam
Surayan (2006) pendidikan kewirausahaan telah diajarkan sebagai suatu disiplin
ilmu tersendiri dan independen dikarenakan :
Kewirausahaan berisi bidang pengatahuan tertentu
yang utuh dan nyata.
Kewirausahaan mmiiliki dua konsep, yaitu posisi
permulaan dan pengembangan usaha, yang tidak ada dalam kerangka pendidikan
menajemen umum yang memisahkan antara manajemen dan pemilikan usaha.
Kewirausahaan memiliki objek tersendiri yaitu
kreativitas dan inovasi.
Kewirausahaan merupakan alat untuk menciptakan
pemerataan usaha dan pendapatan atau kesejahteraan rakyat yang adil dan makmur.
Sampai saat ini kewirausaan telah menjadi
kompetensi inti untuk menciptakan perubahan, pembaruan dan kemajuan dengan
melewati proses kreativias dan inovasi menciptakan nilai tambah barang dan jasa
dengan tujuan menciptakan daya saing di pasaran.
Untuk mencapai hasil yang memuaskan
kewirausahaan harus memenuhi nilai-nilai hakikat kewirausahaan, yang meliputi :
Percaya
Diri
Berorientasi
Pada Tugas dan Hasil
Keberanian
Menghadapi Risiko
Kemampuan seseorang untuk menyukai pekerjaan yang
menantang berani dan mampu mengambil resiko kerja
Berorientasi
ke Masa Depan
Kepemimpinan
Keorisinalan: Kreativitas dan Inovasi
Kretifitas
: Berpikir dan melakukan sesuatu untuk
menghasilkan cara atau hasil berbeda dari produk/jasa yang telah ada
Inovasi
: Kemampuan untuk menerapkan
kreatifitas dalam rangka memecahkan persoalan-persoalan dan peluang untuk
meningkatkan dan memperkaya kehidupan
Sikap
dan Kepribadian Wirausahawan Oleh Ibnu Soedjono (1993), perilaku kreatif dan
inovatif tersebut dinamakan “tindakan wirausahawan”, yang ciri-cirinya
dijelaskan sbb : Selalu mengamankan investasi terhadap risiko Mandiri Berkreasi
menciptakan nilai tambah Selalu mencari peluang Berorientasi ke masa depan.
Motif
Berprestasi dalam Kewirausahaan Motif berprestasi adalah suatu nilai sosial
yang menekankan pada hasrat untuk mencapai hasil terbaik guna mencapai kepuasan
pribadi (Gede Anggan Suhandana, 1980: 55) Faktor dasarnya adalah adanya
kebutuhan yang harus dipenuhi.
David
C. McClelland (1971) o Need for achievement : Kebutuhan berprestasi, indikatornya
dorongan untuk lebih unggul, dorongan untuk memperoleh seperangkat standar,
dorongan untuk meraih keberhasilan. o Need for power : Kebutuhan kekuasaan,
indikatornya terdiri atas kebutuhan untuk mempengaruhi orang lain. o Need for
affiliation : Kebutuhan berafiliasi, indikatornya adanya hasrat untuk berteman,
bersahabat, dan kebutuhan untuk berhubungan lebih dekat secara antarpersonal.
Nilai-niali kewirausahaan diatas ditunjukan untuk membatu meringankan tugas kewirausahaan, yang sebenarnya dikatakan cukup sederhana yaitu, wirausahawan harus bisa menguasai keadaan sehingga bisa mencapai keberhasilan usaha. Ketidakpastian, dinamika, dan resiko bisa menjadi kawan yang berguna.
referensi buku :
Sanawiri B, Iqbal M, kewirausahaan, Malang, 2018, UB press.
Prof.
Dr. Suparman Sumahamijaya (1975) menjabarkan
wirausaha dalam istilah aslinya entrepreneur, adalah mereka yang memulai usaha baru.,
menanggung segala resiko, dan mendapatkan keuntungan.
Kewirausahaan berasal dari kata wira dan usaha (kompasiana.com) menurut
segi etimologi (asal usul kata Wira,artinya
pejuang, pahlawan, manusia unggul, teladan, gagah berani, berjiwa besar, dan
berwatak agung.Usaha,
artinya perbuatan amal, bekerja, berbuat sesuatu. Jadi,wirausaha adalah pejuang atau
pahlawan yang berbuat sesuatu. Wirausaha dapat mengumpulkan sumber daya yang di
butuhkan guna mengambil keuntungan dari padanya, dan mengambil tindakan yang
tepat guna untuk memastikan keberhasilan usahanya. Wirausaha ini bukan faktor
keturunan atau bakat, tetapi sesuatu yang dapat dipelajari dan dikembangkan. Kewirausahaan
atau entrepreneurship sangat erat kaitannya dengan kegiatan ekonomi.
Menurut Buchari (2000:35), saat ini persaingan di dunia kerja
semakin ketat dan tingkat pengangguran di Indonesia semakin bertambah setiap
tahunnya. Hal ini ditambahkan dengan semakin banyak perusahaan besar maupun
kecil yang melakukan hubungan kerja (PHK), memensiunkan karyawan secara dini,
bahkan menutup atau merelokasi tempat usaha ke tempat lain. Hal ini menyebabkan
tingkat persaingan di antara para sarjana semakin ketat.
Karena itu, lembaga
pendidikan diharapkan ikut berperan dalam mengubah kondisi ini, dengan
memberikan pengajaran kewirausahaan agar mahasiswa mampu mengubah pola pikir
dan paradigma untuk lebih berorientasi mengasah kreativitas dan inovasi dalam menciptakan
lapangan pekerjaan untuk diri sendiri atau bahkan untuk banyak orang. Suatu negara
mampu berkembang secara mandiri apabila jumlah wirausahawan di negara tersebut
minimal 2 persen dari total jumlah penduduk, menurut PBB. Saat ini, jumlah
wirausahawan di Indonesia hanya sebesar 0,24 persen dari jumlah penduduk
Indonesia sebesar 238 juta jiwa. Jumlah tersebut lebih rendah jika dibandingkan
dengan jumlah wirausaha
di beberapa negara luar yang tingkat perekonomiannya lebih tinggi, seperti
Amerika Serikat yang memiliki wirausaha sejumlah 4 persen dari total
penduduknya, Singapura yang jumlah wirausahanya sebesar 7 persen dari jumlah
penduduknya, dan Malaysia yang jumlah wirausahanya mencapai 5 persen dari
jumlah penduduknya.
Namun hal ini, tidak serta merta bisa dijalankan dengan mudah. Berwirausaha
pun memiliki tantangan dan hambatan yang serius. Sehingga kerap kali menjadi
penghalang bagi pemula ataupun mahasiswa untuk memulai menjalakan usaha. Dikutip
dari jurnal yang di tulis oleh K. Wardhati dan kirwani, menjelaskan bahwa ada banyak
faktor yang mepengaruhi kegagalan berwirausaha,
Ketidakmampuan manajemen
material maupun sumber daya ekonomi
Kurang pengalaman
Pengendalian keuangan yang
buruk.
Lemah nya usaha pemasaran.
Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah mulai menerapkan strategi
dalam usaha meningkatkan jumlah wirausahawan di Indonesia, salah satunya ialah
dengan memasukkan mata kuliah Kewirausahaan ke dalam kurikulum pendidikan,
khususnya pendidikan di tingkat perguruan tinggi. Institut Pertanian Bogor
(IPB) merupakan salah satu institusi pendidikan yang ikut menerapkan kurikulum
tersebut dimana mata kuliah Kewirausahaan tersebut mulai diajarkan sejak
mahasiswa di Tingkat Persiapan Bersama (TPB) (kompasiana.com).
Bagi saya pribadi, dengan adanya mata kuliah
kewirausahaan memberikan dampak positif terhadap perkembangan minat mahasiswa
dalam menggeluti dunia wirausaha. Minat mahasiswa bisa meningkat dunia
wirausaha. Secara tidak langsung bisa mengurangi jumlah pengangguran dan menambah
penghasilan Negara melalui pajak. Jika bertambahnya jumlah wirausaha muda yang terus berkembang maka
bukan tidak mungkin Indonesia dapat terbebas dari krisis perekonomian seperti
saat ini. Hal ini sejalan dengan hasil
penelitian dari K. Wardhati dan kirwani yang
di tuliskan dalam jurnalnya pada bagian kesimpulan bahwa pendidikan
kewirausahaan sangat berguna dalam dunia perkuliahan. Hal ini menjadi dasar
bagi mahasiswa Sehingga lebih mudah mengambil keputusan dalam berwirausaha yang sesuai dngan kemampuan dan
kebutuhan mnasyarakat.
Referensi:
Maskan, Mohammad. Et al.
(2018). Kewirausahaan. Malang. Polinema Press.
Otak (bahasa
Inggris: encephalon, brain) adalah pusat sistem saraf
(bahasa
Inggris: central nervous system, CNS) pada vertebrata
dan banyak invertebrata lainnya. Otak manusiaadalah
struktur pusat pengaturan yang memiliki volume sekitar 1.350cc dan terdiri atas
100 juta selsaraf
atau neuron.
Otak mengatur dan mengkordinir sebagian besar, gerakan, perilaku
dan fungsi tubuh homeostasis seperti detak jantung, tekanan
darah, keseimbangan cairan tubuh dan suhu tubuh. Otak manusia bertanggung jawab
terhadap pengaturan seluruh badan dan pemikiran manusia. Oleh
karena itu terdapat kaitan erat antara otak dan pemikiran. Otak dan sel saraf
di dalamnya dipercayai dapat memengaruhi kognisi
manusia. Pengetahuan mengenai otak memengaruhi perkembangan psikologi kognitif. Otak juga bertanggung jawab
atas fungsi seperti pengenalan, emosi. ingatan,
pembelajaran
motorik dan segala bentuk pembelajaran
lainnya, (sumber : wikipedia ).
Menurut Sperry, masing-masing bagian otak
memiliki fungsi spesial tanpa harus bergantung satu dengan yang lainnya.
Roger Sperry mmerupakan seorang neuropsikolog yang menemukan bahwa akal manusia
terdiri atas dua bagian, yaitu : otak kanan dan otak kiri.
Dua bagian otak ini,memiliki
fungsi yang berbeda, seperti otak kiri lebih unggul pada hal-hal yang
berhubungan dengan logika dan rasio manusia, kemampuan menulis dan membaca,
serta merupakan pusat dari matematika. Jadi, pernyataan yang mengatakan jika
seseorang yang pandai matematika lebih dominan dengan otak kiri adalah benar.
Beberapa pakar menyebut bahwa otak kiri merupakan pusat dari Intelligence Quotient
(IQ). Sementara itu, otak kanan berfungsi dalam perkembangan Emotional Quotient (EQ).
Misalnya seperti sosialisasi, komunikasi, interaksi dengan manusia lain, serta
pengendalian emosi. Otak kanan juga berfungsi untuk semua jenis kegiatan
kreatif, seperti menari, menggambar, atau menyanyi. Otak bagian
kanan bertanggung jawab atas kemampuan spasial seseorang, yaitu meliputi
pengenalan wajah dan pengolahan musik. Otak kanan juga dapat melakukan beberapa
fungsi matematika, tetapi hanya perkiraan kasar dan perbandingan. Bagian ini
jugalah yang membantu citra visual dari apa yang kita lihat. Saat seseorang
berbicara, otak kanan yang akan membantu untuk menafsirkan konteks dan nada
lawan bicara.
Sejalan dengan pemikiran Sperry, Pakar kreativitas dari pusat pengembangan kreativitas,
Qurius, Kayee Man memaparkan, seni sangat
bermanfaat untuk mengaktifkan otak kanan anak. Mengutip pendapat Edwards, Kayee
menjelaskan bahwa otak kiri manusia tidak menyukai aktivitas yang tidak bisa
diekspresikan dengan kata-kata, karena membutuhkan lebih banyak waktu untuk
diproses. Atau dengan kata lain, otak kiri membenci aktivitas yang ada
hubungannya dengan seni. Berbeda dengan otak kanan yang bekerja kebalikannya.
Seperti diindikasikan oleh Hausner dan Scholsberg, Kayee mengutip, banyak
ilmuwan yang setuju bahwa seni adalah cara terbaik untuk mengembangkan
kreativitas karena melaluinya seseorang dapat mengekspresikan emosinya secara
nonverbal. Kreativitas menurut Kayee adalah bagaimana menemukan ide baru yang
efektif dan etis.
Untuk
menjadi kreatif seseorang harus berpikiran terbuka, mau berimajinasi dan
mengambil risiko terhadap hal-hal baru. “Akan lebih mudah bagi seseorang untuk
kreatif jika dia berada dalam lingkungan yang mendukungnya untuk menjadi
kreatif yaitu lingkungan yang mendukungnya untuk berimajinasi, terbuka terhadap
hal baru, dan ide-ide yang tidak biasa tanpa takut melakukan kesalahan,” urai
Kayee.
Dengan
membuat karya seni, tambahnya, anak dapat mengembangkan imajinasi, mencoba
berbagai cara baru, dan menentukan ide-ide apa yang harus digunakan dan tidak
perlu digunakan. “Seni membuka berbagai kemungkinan untuk munculnya
kreativitas,” tambahnya. Kemampuan untuk berpikir dan berimajinasi inilah yang
kemudian akan menyebar ke area lain dalam otak/pikiran anak sehingga anak akan
mempunyai kemampuan yang lebih baik dalam menyelesaikan masalah, memahami bacaan,
dan berpikir analitis.
Selain
itu dari segi kognitif, Kayee berpendapat aktivitas seni baik untuk
mengembangkan aspek kognitif anak karena sifatnya yang multidisiplin. Kayee
mencontohkan, melalui aktivitas seni membuat bentuk menggunakan tanah liat, anak
dapat belajar bahwa beberapa objek dapat mengapung atau tenggelam di dalam air.
Mereka dapat bereksperimen bagaimana bentuk dan berat suatu objek dapat
mempengaruhi hal tersebut. Dengan demikian, “Seni dapat digunakan untuk
mengeksplorasi disiplin ilmu lain, memperoleh suatu pengetahuan baru ataupun
memperdalam suatu hal yang sudah diketahui,” terang peraih gelar master studi
kreativitas dari International Center of Creative Studies di Buffalo State
University , New York ini.
Menurut
Kayee, seni juga dapat menjadi media yang sangat baik untuk anak belajar
mengasosiasikan sesuatu secara bebas dan tidak biasa. Misalnya, dalam aktivitas
seni dengan tema “Metamorfosis”, anak tak hanya bisa belajar pengetahuan dasar
tentang proses metamorfosis, tetapi juga ditantang untuk menciptakan karya seni
yang ada kaitannya dengan proses tersebut. Anak bisa saja membuat pensil
‘berubah’ menjadi dompet yang tak hanya hasil dari sebuah karya seni tetapi
juga mendorong mereka untuk memiliki pemahaman yang berbeda tentang konsep
metamorfosis. “ Di sinilah seni mampu menyatukan berbagai disiplin ilmu menjadi
sebuah media yang efektif untuk melatih anak membuat asosiasi yang tidak biasa,
yang sebenarnya merupakan elemen kunci dari berpikir kreatif,” jelas Kayee
lagi.
Kemampuan
observasi anak pun bisa dikembangkan melalui seni. Sebagai contoh, tambah
Kayee, dalam sebuah aktivitas seni yang menggunakan daun, anak dapat diminta
untuk mengekplorasi bentuk, bau, tekstur, dan struktur dari berbagai macam
daun. Kemudian anak dapat diminta untuk mengelompokkan daun-daun tersebut
berdasarkan kategori tertentu dan membuat sebuah kreasi seni yang berkaitan
dengan hal tersebut. Hasilnya , anak mungkin dapat mengasosiasiasikan bau daun
dan membentuknya menjadi bunga. Atau, mengasosiasikan bentuk daun untuk membuat
karya seni berbentuk kucing. Biarkan anak mengembangkan kemampuan berimajinasi
untuk menjadikan anak sebagai problem
solver bagi diri sendiri atau bahkan
bagi banyak orang.
Pernah baik
sama orang tapi kok di jahatin?bukankah kata Tuhan, kebaikan akan di balas
dengan kebaikan. Ungkapan seperti ini akan sering teringat saat kita di
sakiti.
Siapa yang
mengalami kejadian seperti ini? Kita sama kok. Saya pun pernah merasakan. Hati
sepertinya hancur berkeping-keping. Apalagi kalau kita mengalami dengan orang
yang di anggap dekat.
Karena hal
sepeleh membuat keadaan menjadi saling menyakitkan. Kita merasa tersakiti
karena perasaan kita sendiri. Karena orang yang menyakiti mungkin saja tidak merasakan hal yang sama. Terus pertanyaan
nya , apa yang harus kita lakukan:
Dari banyak
artikel yang saya baca, saya lebih tertarik dan sesuai sama artikel pada
wikihow.com
Cara mengatasi
rasa kecewa yang dalam:
Kenali emosi Anda. Akui
dengan jujur emosi yang sedang Anda rasakan karena sedang mengalami masalah.
Bertanyalah kepada diri sendiri apakah kekecewaan ini dipicu oleh pengalaman
negatif di waktu yang lalu dan tidak ada hubungannya dengan orang lain atau
situasi saat ini.
Akuilah bahwa Anda sedang marah atau kesal,
tetapi jangan terjebak oleh keadaan ini.Adakalanya, kemarahan sepertinya bisa
mengatasi rasa tidak berdaya dan membuat Anda merasa lebih kuat. Namun,
ingatlah bahwa perasaan ini akan menghilang. Jangan hanya memikirkan kemarahan,
tetapi berfokuslah memulihkan perasaan yang terluka.
Tulislah jurnal sambil berfokus pada apa
yang sedang rasakan. Jangan menulis tentang kemarahan, tetapi fokuskan
perhatian pada penderitaan yang sedang Anda alami. Tulislah semua yang Anda
rasakan dan apakah pernah terjadi hal seperti ini sebelumnya. Mungkin Anda
masih menyimpan luka lama yang diekspresikan (dan semakin parah) melalui
kejadian saat ini.
Belajar Memaafkan dengan ikhlas Akan Membuatmu Lebih Berpeluang Besar Merasakan Kebahagiaan Lagi
Saat kita disakiti,
tidak perlulah membenci orang yang menyakiti kita. Tidak perlu juga menyimpan
dendam pada mereka yang telah menyakitimu. Perasaan-perasaan negatif yang
dipendam hanya akan membuatmu jadi pedendam. Jika sudah menjadi orang yang
ingin balas dendam, kamu pun akan sulit untuk merasa bahagia.
Maafkanlah mereka yang
telah menyakitimu dan menorehkan luka di hatimu yang tidak akan pernah hilang.
Meski tidak bisa memaafkan seutuhnya, tetapi dengan memaafkan, kamu bisa
membuka jalan untuk dirimu sendiri merasakan kebahagiaan.
Biarkan mereka yang
menyakitimu merasakan pembalasan yang telah ditakdirkan oleh-Nya. Janganlah
kamu membalas keburukan dengan keburukan. Yakinlah bahwa Tuhan merupakan hakim
yang seadil-adilnya. Setiap perbuatan akan mendapatkan timbal balik yang
sesuai.
Menurut, Andreas Kaplan dan Michael Haenlein mendefinisikan media sosial sebagai “sebuah kelompok aplikasi berbasis internet yang membangun di atas dasar ideologi dan teknologi dan memungkinkan penciptaan dan pertukaran user-generated content“.
Ada pula menurut Chris Brogan pengertian media sosial adalah seperangkat alat komunikasi dan kolaborasi baru yang memungkinkan terjadinya berbagai jenis interaksi yang sebelumnya tidak tersedia bagi orang awam.
Marjorie Clayman turut mengungkapkan pengertian media sosial adalah ‘alat pemasaran baru yang memungkinkan untuk mengetahui pelanggan dan calon pelanggan dengan cara yang sebelumnya tidak mungkin’.
Dilihat dari beberapa pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa, media sosial adalah jejaring sosial yang berguna bagi manusia. Kegunaannya tidak hanya sebagai media komunikasi dan interaksi tetapi juga bisa berguna untuk mengembangkan bisnis.
·
Jenis-jenis media sosial:
Menurut Kaplan dan Haenlein (2010), ada enam jenis
media sosial:
1. Proyek
kolaborasi, merupakan jenis media sosial yang memungkinkan penciptaan
konten secara bersama-sama oleh banyak pengguna. Contohnya adalah Wikipedia,
sebuah website yang memungkinkan penggunanya untuk menambahkan, menghapus, dan
mengubah konten berbasis teks.
2. Blog,
merupakan jenis sosial media yang memungkinkan pengelolanya bebas menulis
apapun mulai dari pengalaman, kegiatan sehari-hari, ataupun informasi tertentu.
Blog biasanya dikelola oleh satu orang saja, tapi memungkinkan adanya interaksi
dengan orang lain melalui pemberian komentar.
3. Komunitas
konten, merupakan media sosial yang memungkinkan para penggunanya saling
berbagi konten media, baik berbentuk teks (contohnya BookCrossing), foto
(contohnya Flickr), video (contohnya Youtube), maupun presentasi PowerPoint
(contohnya Slideshare).
4. Situs
jejaring sosial, merupakan aplikasi yang memungkinkan penggunanya membuat
profil yang memuat informasi mengenai dirinya, terhubung dengan pengguna lain,
serta saling berkirim pesan. Profil dapat mencakup semua jenis informasi,
termasuk foto, video, audio, dan blog. Contoh situs jejaring sosial adalah
Facebook dan Twitter, Instagram
5. Virtual game
world, merupakan dunia virtual, peniruan lingkungan dalam tiga dimensi
(3D), dimana user bisa muncul dalam bentuk avatar serta berinteraksi dengan
orang lain layaknya di dunia nyata. Contohnya adalah game online.
6. Virtual
social world, merupakan aplikasi yang mensimulasikan kehidupan nyata
melalui internet. Hampir sama seperti virtual game world, melalui virtual
social world pengguna dimungkinkan untuk saling berinteraksi dalam platform
tiga dimensi. Akan tetapi interaksi di sini lebih bebas seperti dan tidak
terikat aturan seperti dalam game.
Manfaat
media sosial
Dari berbagai jenis media sosial dia atas, kebanyakan
khalayak menggunakan jenis “situs jejaring sosial”. Contohnya yang paling
populer seperti, Facebook dan Twitter, Instagram.
Biasa disebut dengan “account sosmed”. Account sosmed
seperti ini juga punya manfaat lebih untuk penggunanya. Seseorang bisa membagi
kebahagiaan,”kegalauan”,kesedihan dan menyampaikan pendapat tentang perihal
tertentu dan paling utama sebagai media untuk mempromosikan bisnis atau
“berjualan”.
Namun , setiap
orang yang bermain “sosmed” memiliki kewajiban sendiri yang harus di patuhi :
Menurut artikel, Pengguna
media sosial harus lebih awareness dan tahu bahwa norma hukum itu ada pada
cyberspace. (hukumonline,com).
Menjelaskan :
Dalam
bermedia sosial sudah seharusnya bersikap arif dan bijak sehingga tidak
merugikan orang lain, mencemarkan nama baik, menghina, menyebarkan berita
bohong, meyesatkan dan mengancam dengan kekerasan.
Legal Clinic & Publishing Manager Hukum Online, Letezia Tobing, mengatakan
dalam bermedia social harus berhati-hati jangan sampai mencemarkan nama baik
orang lain. Yang disebut mencemarkan nama baik orang lain adalah orang yang
dituju merasa terhina, lalu yang terhina ini bisa melaporkan atau disebut
namanya pengaduan,” kata Letezia dalam Projexion 2017 di Mall Kota Kasablanka,
Sabtu (18/3).
Demikian
artikel tentang keuntungan “bermedsos” dan beberapa kewajibanya.
Pernah di hakimi atau menghakimi keadaan orang lain. ??? Coba kita renungkan penggalan artikel dari cahayapengharapan.org.com Mari kita perhatikan lebih teliti lagi pengajaran yang disampaikan oleh Tuhan Yesus ini. Pertama, Tuhan Yesus berkata, “Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi.” Menghakimi merupakan suatu kewenangan, kewenangan dari penguasa. Seorang hakim akan bertindak sebagai orang yang memiliki kewenangan atas diri Anda. Jika Anda berbuat salah, pemerintah akan memanggil Anda, atau menyeret Anda ke pengadilan, atau jika ada dua orang yang berselisih, mereka membawa persoalan tersebut kepada pihak yang memiliki kewenangan yang lebih tinggi. Hakim merupakan perwujudan dari pihak yang memiliki kewenangan yang lebih tinggi. Jadi pada saat Tuhan Yesus berkata, “Jangan menghakimi”, yang Ia maksudkan adalah, setiap orang dari antara kita tidak boleh menempatkan diri di atas orang lain. Ini adalah persoalan yang sangat mendasar di dalam hubungan sesama manusia, setiap orang ingin menganggap bahwa dirinya sendiri lebih baik dari orang lain dan dengan demikian merasa berhak untuk menghakimi orang lain. Contohnya, jika Anda berkata bahwa seseorang itu sombong, Anda secara tidak langsung sedang berkata bahwa Anda tidak sombong dan Anda berada di dalam posisi mengumumkan seseorang yang lain sebagai sombong. Jika Anda menyatakan seseorang itu sebagai salah, Anda sesungguhnya sedang berkata bahwa Anda lebih baik dari dia karena ia tidak tahu apa yang salah tapi Anda tahu apa yang salah. Alkitab mengajarkan kepada kita bahwa sikap yang sedemikian di antara orang Kristen merupakan sumber masalah di dalam gereja. Di sini Tuhan Yesus sedang menangani suatu sikap. Sikap merasa lebih unggul dari orang lain.
Alkitab
mengajarkan bahwa kita harus belajar untuk saling merendahkan diri antara satu
dengan yang lainnya, tunduk terhadap satu dengan lain, bukannya berlaku seperti
orang penting di hadapan yang lainnya. Itu sebabnya di dalam Yohanes 13, Tuhan
Yesus membasuh kaki murid-muridNya dan mengatakan bahwa apa yang sudah Ia
lakukan atas mereka harus mereka lakukan pula terhadap orang lain. Membasuh
kaki orang lain berarti menjadi budak orang itu karena hal itu adalah pekerjaan
yang dilakukan oleh seorang budak bagi tuannya; membasuh kaki majikannya. Itu
sebabnya mengapa di dalam Filipi 2:3 dan Efesus 5:21 sekaligus, Paulus berkata
“Rendahkanlah dirimu seorang akan yang lain”. Jangan malah berusaha untuk
menjadi tuan atas orang lain, jadilah hamba bagi orang lain. Untuk tujuan
itulah kita dipanggil olehNya. Saya meminta Anda untuk memikirkan bahwa kalau
di dalam gereja kita benar-benar dapat hidup seperti ini, benar-benar
merendahkan diri di hadapan orang lain dengan setulus hati, seperti apa jadinya
perubahan perilaku jemaat di dalam gereja? Seperti apa jadinya gereja
jika kita tidak melirik ke arah orang
lain dan menilai bahwa kita tidak lebih buruk dari pada dia? Mengapa kita tidak
mengekang hasrat untuk membandingkan diri ini, bukankah hal itu sepenuhnya
wewenang Allah? Perilaku yang ingin menang sendiri ditujukan untuk menaikkan
harga diri, ego kita, agar kita merasa bahwa diri kita memiliki arti di dunia
ini. Namun manusia rohani tidak peduli dengan urusan nilai harga dirinya. Ia
hanya memperhatikan apa yang Allah nilai dari dirinya dan hal itu membawa
dampak yang kekal.
Siapa yang
tidak mengenal Alfian M Fajri atlet panjat tebing asal Indonesia yang menjadi
pemenang pada kejuaraan dunia IFSC
Worldcup di Chongqing, China.
OAlfian M Fajri, jadi yang tercepat dalam kejuaraan tersebut. Dia
sukses menaklukkan atlet Ukraina Kostiantyn Pavlenko dengan catatan waktu 5,970
detik.
Bagi Alfian,
ini adalah medali pertamanya pada IFSC worldcup dan langsung meraih gelar juara
dunia.
Sebelumnya,
Alfian meraih medali emas pada Asian Championship di Kurayoshi, Jepang, pada
November 2018.
“Saya
ucapkan terima kasih kepada semua yang telah mendukung. Syukur alhamdulillah
kepada Tuhan yang Maha Esa saya bisa maksimal,” kata Alfian di Chongqing,
China, dalam siaran pers yang diterima BolaSport.com.
Menurut
Alfian, kunci kemenangannnya kali ini adalah perasaan yang lebih tenang dan
rileks. Dia juga selalu berdoa agar diberi kelancaran selama
bertanding (sumber : bolasport.com).
Di era
globalisasi dan moderenisasi saat ini, berpikir kritis sangat di perlukan dalam
kehidupan sehari-hari. Pola berpikir kritis dapat membantu kita
menyelesaikan masalah,dan selektif untuk mengambil keputusan dalam hidup.
Terdengar sepeleh atau tidak terlalu dipikirkan, tetapi kita memerlukan pola
berpikir kritis untuk meminimalisir terjadinya masalah dalam hidup.
Banyak
pengertian berpikir kritis menurut para ahli:
Menurut
Beyer:1985, Pengertian berpikir kritis adalah kemampuan kemampuan untuk :
·Menilai valid tidaknya suatu sumber
informasi
·Bisa membedakan mana yang relevan
dan mana yang tidak relevan
·Bisa membedakan mana yang fakta mana
yang opini
·Mampu untuk mengidentifikasi bias
dan sudut pandang.
Berpikir
kritis menurut Mertes (1986) :
Berpikir
kritis adalah sebuah proses yang disengaja dan dilakukan secara sadar untuk
menafsirkan sekaligus mengevaluasi sebuah informasi dari pengalaman, keyakinan
dan kemampuan yang ada.
Dari
pengertian para ahli, dapat disimpulkan bahwa berpikir kritis adalah pola pikir
manusia dalam menjawab persoalan dan mengambil keputusan berdasarkan pada fakta
data yang relevan. Tidak terpengaruh oleh opini orang lain.
Ciri-ciri
berpikir kritis
Ciri-ciri
berpikir kritis adalah pola pikir induktif dengan beberapa tahapan, seperti:
menganalisa masalah secara terbuka, memperhatikan sebab dan akibat, dan membuat
kesimpulan dengan cara memperhitungkan berbagai macam data relevan yang
didapatkan yang menjadi pertimbangan dalam mengambil keputusan.
Cara
Berpikir Kritis
Cara
berpikir kritis pada dasarnya datang dari dalam diri seseorang, mengembangkan
cara berpikir kritis dapat membantu seseorang untuk menjadi pribadi yang tidak
gegabah dan mengambil keputusan maupun mencari penyelesaian suatu masalah.
Berikut ialah cara berpikir kritis ialah:
·Selalu berpikir dengan kepala
dingin.
·Tidak mendahulukan emosi
dibandingkan logika.
·Selalu berpikir tentang segala
kemungkinan yang terjadi.
·Selalu siap dengan apa yang harus
dihadapi dan menanggung resikonya.
·Mengambil keputusan berdasarkan data
yang faktual dan bersifat fakta.
·Mempunyai banyak ide kreatif dan
alternatif jawaban.
Dengan
membiasakan diri berpikir kritis, maka kita akan memiliki kemampuan untuk
menangani sebuah masalah dengan cara berpikir jernih dan cerdas.
·Lebih cepat memahami sudut pandang
orang lain.
Berpikir
kritis akan membuat seseorang memiliki pandangan yang lebih fleksibel dan tidak
kaku saat menanggapi pendapat orang lain.
·Menjadi lebih mandiri.
Memiliki
kemampuan berpikir kritis, tentu akan membuat seseorang bisa menjadi sebuah
sosok pribadi yang mandiri dan mampu melakukan berbagai aktifitas di atas
rata-rata.
·Mudah menemukan peluang baru.
Di saat
seseorang memiliki kebiasaan berpikir kritis, maka bisa dipastikan bila dia
adalah sosok yang sangat optimis dan selalu berpikiran positif serta memiliki
kemampuan lebih bila dibandingkan dengan yang lainnya.(artikel, pengertianmenurutparahahli.net)
Dari uraian
di atas penulis mau menekan agar setiap orang harus berpikir kritis dalam
berbagai hal,terlebih khusus pada saat sekarang dengan berbagai isu yang ada,
tidak jelas kebenaran fakta atau opini. Kita harus lebih kritis dalam membagi
informasi. Yang paling penting ciri-ciri bahwa kita berpikir kritis adalah
Tidak menyebarkan hoax.
Sebagai
generasi modern tunjukan partisipasi untuk bangsa dengan menjadi pribadi yang
lebih kritis.