Pentingnya Pendidikan Kewirausahaan Bagi Mahasiswa

ambyaberbagi.com

Prof. Dr. Suparman Sumahamijaya (1975) menjabarkan wirausaha dalam istilah aslinya entrepreneur,  adalah mereka yang memulai usaha baru., menanggung segala resiko, dan mendapatkan keuntungan.

Kewirausahaan berasal dari kata wira dan usaha (kompasiana.com) menurut segi etimologi (asal usul kata Wira,artinya pejuang, pahlawan, manusia unggul, teladan, gagah berani, berjiwa besar, dan berwatak agung.Usaha, artinya perbuatan amal, bekerja, berbuat sesuatu. Jadi,wirausaha adalah pejuang atau pahlawan yang berbuat sesuatu. Wirausaha dapat mengumpulkan sumber daya yang di butuhkan guna mengambil keuntungan dari padanya, dan mengambil tindakan yang tepat guna untuk memastikan keberhasilan usahanya. Wirausaha ini bukan faktor keturunan atau bakat, tetapi sesuatu yang dapat dipelajari dan dikembangkan. Kewirausahaan atau entrepreneurship sangat erat kaitannya dengan kegiatan ekonomi.

Menurut Buchari (2000:35), saat ini persaingan di dunia kerja semakin ketat dan tingkat pengangguran di Indonesia semakin bertambah setiap tahunnya. Hal ini ditambahkan dengan semakin banyak perusahaan besar maupun kecil yang melakukan hubungan kerja (PHK), memensiunkan karyawan secara dini, bahkan menutup atau merelokasi tempat usaha ke tempat lain. Hal ini menyebabkan tingkat persaingan di antara para sarjana semakin ketat.

Karena itu, lembaga pendidikan diharapkan ikut berperan dalam mengubah kondisi ini, dengan memberikan pengajaran kewirausahaan agar mahasiswa mampu mengubah pola pikir dan paradigma untuk lebih berorientasi mengasah kreativitas dan inovasi dalam menciptakan lapangan pekerjaan untuk diri sendiri atau bahkan untuk banyak orang. Suatu negara mampu berkembang secara mandiri apabila jumlah wirausahawan di negara tersebut minimal 2 persen dari total jumlah penduduk, menurut PBB. Saat ini, jumlah wirausahawan di Indonesia hanya sebesar 0,24 persen dari jumlah penduduk Indonesia sebesar 238 juta jiwa. Jumlah tersebut lebih rendah jika dibandingkan dengan jumlah wirausaha di beberapa negara luar yang tingkat perekonomiannya lebih tinggi, seperti Amerika Serikat yang memiliki wirausaha sejumlah 4 persen dari total penduduknya, Singapura yang jumlah wirausahanya sebesar 7 persen dari jumlah penduduknya, dan Malaysia yang jumlah wirausahanya mencapai 5 persen dari jumlah penduduknya.

Namun hal ini, tidak serta merta bisa dijalankan dengan mudah. Berwirausaha pun memiliki tantangan dan hambatan yang serius. Sehingga kerap kali menjadi penghalang bagi pemula ataupun mahasiswa untuk memulai menjalakan usaha. Dikutip dari jurnal yang di tulis oleh K. Wardhati dan kirwani, menjelaskan bahwa ada banyak faktor yang mepengaruhi kegagalan berwirausaha,

  1. Ketidakmampuan manajemen material maupun sumber daya ekonomi
  2. Kurang pengalaman
  3. Pengendalian keuangan yang buruk.
  4. Lemah nya usaha pemasaran.

Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah mulai menerapkan strategi dalam usaha meningkatkan jumlah wirausahawan di Indonesia, salah satunya ialah dengan memasukkan mata kuliah Kewirausahaan ke dalam kurikulum pendidikan, khususnya pendidikan di tingkat perguruan tinggi. Institut Pertanian Bogor (IPB) merupakan salah satu institusi pendidikan yang ikut menerapkan kurikulum tersebut dimana mata kuliah Kewirausahaan tersebut mulai diajarkan sejak mahasiswa di Tingkat Persiapan Bersama (TPB) (kompasiana.com).

Bagi saya pribadi, dengan adanya mata kuliah kewirausahaan memberikan dampak positif terhadap perkembangan minat mahasiswa dalam menggeluti dunia wirausaha. Minat mahasiswa bisa meningkat dunia wirausaha. Secara tidak langsung bisa  mengurangi jumlah pengangguran dan menambah penghasilan Negara melalui pajak. Jika bertambahnya  jumlah wirausaha muda yang terus berkembang maka bukan tidak mungkin Indonesia dapat terbebas dari krisis perekonomian seperti saat ini.  Hal ini sejalan dengan hasil penelitian dari K. Wardhati dan kirwani yang di tuliskan dalam jurnalnya pada bagian kesimpulan bahwa pendidikan kewirausahaan sangat berguna dalam dunia perkuliahan. Hal ini menjadi dasar bagi mahasiswa Sehingga lebih mudah mengambil keputusan dalam  berwirausaha yang sesuai dngan kemampuan dan kebutuhan mnasyarakat.

Referensi:

Maskan, Mohammad. Et al. (2018). Kewirausahaan. Malang. Polinema Press.

https://www.kompasiana.com/paansiih/550ffe3fa333111c37ba80b0/peranan-mata-kuliah-kewirausahaan-dalam-meningkatkan-minat-mahasiswa-untuk-berwirausaha

Arahkan anak berkesenian, seni merupakan “makanan otak” dalam mengembangkan kreativitas.

hohero.com



Otak (bahasa Inggris: encephalon, brain) adalah pusat sistem saraf (bahasa Inggris: central nervous system, CNS) pada vertebrata dan banyak invertebrata lainnya. Otak manusia  adalah struktur pusat pengaturan yang memiliki volume sekitar 1.350cc dan terdiri atas 100 juta sel saraf atau neuron. Otak mengatur dan mengkordinir sebagian besar, gerakan, perilaku dan fungsi tubuh homeostasis seperti detak jantung, tekanan darah, keseimbangan cairan tubuh dan suhu tubuh. Otak manusia bertanggung jawab terhadap pengaturan seluruh badan dan pemikiran manusia. Oleh karena itu terdapat kaitan erat antara otak dan pemikiran. Otak dan sel saraf di dalamnya dipercayai dapat memengaruhi kognisi manusia. Pengetahuan mengenai otak memengaruhi perkembangan psikologi kognitif. Otak juga bertanggung jawab atas fungsi seperti pengenalan, emosi. ingatan, pembelajaran motorik dan segala bentuk pembelajaran lainnya, (sumber : wikipedia ).

Menurut Sperry, masing-masing bagian otak memiliki fungsi spesial tanpa harus bergantung satu dengan yang lainnya. Roger Sperry mmerupakan seorang neuropsikolog yang menemukan bahwa akal manusia terdiri atas dua bagian, yaitu : otak kanan dan otak kiri.

Dua bagian otak ini,memiliki fungsi yang berbeda, seperti otak kiri lebih unggul pada hal-hal yang berhubungan dengan logika dan rasio manusia, kemampuan menulis dan membaca, serta merupakan pusat dari matematika. Jadi, pernyataan yang mengatakan jika seseorang yang pandai matematika lebih dominan dengan otak kiri adalah benar. Beberapa pakar menyebut bahwa otak kiri merupakan pusat dari Intelligence Quotient (IQ). Sementara itu, otak kanan berfungsi dalam perkembangan Emotional Quotient (EQ). Misalnya seperti sosialisasi, komunikasi, interaksi dengan manusia lain, serta pengendalian emosi. Otak kanan juga berfungsi untuk semua jenis kegiatan kreatif, seperti menari, menggambar, atau menyanyi. Otak bagian kanan bertanggung jawab atas kemampuan spasial seseorang, yaitu meliputi pengenalan wajah dan pengolahan musik. Otak kanan juga dapat melakukan beberapa fungsi matematika, tetapi hanya perkiraan kasar dan perbandingan. Bagian ini jugalah yang membantu citra visual dari apa yang kita lihat. Saat seseorang berbicara, otak kanan yang akan membantu untuk menafsirkan konteks dan nada lawan bicara.

Sejalan dengan pemikiran Sperry, Pakar kreativitas dari pusat pengembangan kreativitas, Qurius, Kayee Man memaparkan, seni sangat bermanfaat untuk mengaktifkan otak kanan anak. Mengutip pendapat Edwards, Kayee menjelaskan bahwa otak kiri manusia tidak menyukai aktivitas yang tidak bisa diekspresikan dengan kata-kata, karena membutuhkan lebih banyak waktu untuk diproses. Atau dengan kata lain, otak kiri membenci aktivitas yang ada hubungannya dengan seni. Berbeda dengan otak kanan yang bekerja kebalikannya. Seperti diindikasikan oleh Hausner dan Scholsberg, Kayee mengutip, banyak ilmuwan yang setuju bahwa seni adalah cara terbaik untuk mengembangkan kreativitas karena melaluinya seseorang dapat mengekspresikan emosinya secara nonverbal. Kreativitas menurut Kayee adalah bagaimana menemukan ide baru yang efektif dan etis.

Untuk menjadi kreatif seseorang harus berpikiran terbuka, mau berimajinasi dan mengambil risiko terhadap hal-hal baru. “Akan lebih mudah bagi seseorang untuk kreatif jika dia berada dalam lingkungan yang mendukungnya untuk menjadi kreatif yaitu lingkungan yang mendukungnya untuk berimajinasi, terbuka terhadap hal baru, dan ide-ide yang tidak biasa tanpa takut melakukan kesalahan,” urai Kayee.

Dengan membuat karya seni, tambahnya, anak dapat mengembangkan imajinasi, mencoba berbagai cara baru, dan menentukan ide-ide apa yang harus digunakan dan tidak perlu digunakan. “Seni membuka berbagai kemungkinan untuk munculnya kreativitas,” tambahnya. Kemampuan untuk berpikir dan berimajinasi inilah yang kemudian akan menyebar ke area lain dalam otak/pikiran anak sehingga anak akan mempunyai kemampuan yang lebih baik dalam menyelesaikan masalah, memahami bacaan, dan berpikir analitis.

Selain itu dari segi kognitif, Kayee berpendapat aktivitas seni baik untuk mengembangkan aspek kognitif anak karena sifatnya yang multidisiplin. Kayee mencontohkan, melalui aktivitas seni membuat bentuk menggunakan tanah liat, anak dapat belajar bahwa beberapa objek dapat mengapung atau tenggelam di dalam air. Mereka dapat bereksperimen bagaimana bentuk dan berat suatu objek dapat mempengaruhi hal tersebut. Dengan demikian, “Seni dapat digunakan untuk mengeksplorasi disiplin ilmu lain, memperoleh suatu pengetahuan baru ataupun memperdalam suatu hal yang sudah diketahui,” terang peraih gelar master studi kreativitas dari International Center of Creative Studies di Buffalo State University , New York ini.

Menurut Kayee, seni juga dapat menjadi media yang sangat baik untuk anak belajar mengasosiasikan sesuatu secara bebas dan tidak biasa. Misalnya, dalam aktivitas seni dengan tema “Metamorfosis”, anak tak hanya bisa belajar pengetahuan dasar tentang proses metamorfosis, tetapi juga ditantang untuk menciptakan karya seni yang ada kaitannya dengan proses tersebut. Anak bisa saja membuat pensil ‘berubah’ menjadi dompet yang tak hanya hasil dari sebuah karya seni tetapi juga mendorong mereka untuk memiliki pemahaman yang berbeda tentang konsep metamorfosis. “ Di sinilah seni mampu menyatukan berbagai disiplin ilmu menjadi sebuah media yang efektif untuk melatih anak membuat asosiasi yang tidak biasa, yang sebenarnya merupakan elemen kunci dari berpikir kreatif,” jelas Kayee lagi.

Kemampuan observasi anak pun bisa dikembangkan melalui seni. Sebagai contoh, tambah Kayee, dalam sebuah aktivitas seni yang menggunakan daun, anak dapat diminta untuk mengekplorasi bentuk, bau, tekstur, dan struktur dari berbagai macam daun. Kemudian anak dapat diminta untuk mengelompokkan daun-daun tersebut berdasarkan kategori tertentu dan membuat sebuah kreasi seni yang berkaitan dengan hal tersebut. Hasilnya , anak mungkin dapat mengasosiasiasikan bau daun dan membentuknya menjadi bunga. Atau, mengasosiasikan bentuk daun untuk membuat karya seni berbentuk kucing. Biarkan anak mengembangkan kemampuan berimajinasi untuk menjadikan anak sebagai problem solver  bagi diri sendiri atau bahkan bagi banyak orang.

Referensi :

https://lifestyle.kompas.com/read/2016/11/19/153000520/kiat.temukan.bakat.anak.pada.seni

https://id.wikipedia.org/wiki/Otak

https://blog.ruangguru.com/perbedaan-fungsi-otak-kiri-dan-otak-kananhttps://www.ibudanbalita.com/artikel/menumbuhkan-minat-seni-anak

Ikhlas,kunci bertahan …

google.com

Pernah baik sama orang tapi kok di jahatin?bukankah kata Tuhan, kebaikan akan di balas dengan kebaikan.  Ungkapan seperti ini akan sering teringat saat kita di sakiti.

Siapa yang mengalami kejadian seperti ini? Kita sama kok. Saya pun pernah merasakan. Hati sepertinya hancur berkeping-keping. Apalagi kalau kita mengalami dengan orang yang di anggap dekat.

Karena hal sepeleh membuat keadaan menjadi saling menyakitkan. Kita merasa tersakiti karena perasaan kita sendiri. Karena orang yang menyakiti mungkin saja  tidak merasakan hal yang sama. Terus pertanyaan nya , apa yang harus kita lakukan:

Dari banyak artikel yang saya baca, saya lebih tertarik dan sesuai sama artikel pada wikihow.com

Cara mengatasi rasa kecewa yang dalam:

  1. Kenali emosi Anda. Akui dengan jujur emosi yang sedang Anda rasakan karena sedang mengalami masalah. Bertanyalah kepada diri sendiri apakah kekecewaan ini dipicu oleh pengalaman negatif di waktu yang lalu dan tidak ada hubungannya dengan orang lain atau situasi saat ini.
  • Akuilah bahwa Anda sedang marah atau kesal, tetapi jangan terjebak oleh keadaan ini.Adakalanya, kemarahan sepertinya bisa mengatasi rasa tidak berdaya dan membuat Anda merasa lebih kuat. Namun, ingatlah bahwa perasaan ini akan menghilang. Jangan hanya memikirkan kemarahan, tetapi berfokuslah memulihkan perasaan yang terluka.
  • Tulislah jurnal sambil berfokus pada apa yang sedang rasakan. Jangan menulis tentang kemarahan, tetapi fokuskan perhatian pada penderitaan yang sedang Anda alami. Tulislah semua yang Anda rasakan dan apakah pernah terjadi hal seperti ini sebelumnya. Mungkin Anda masih menyimpan luka lama yang diekspresikan (dan semakin parah) melalui kejadian saat ini.
  • Belajar Memaafkan dengan ikhlas Akan Membuatmu Lebih Berpeluang Besar Merasakan Kebahagiaan Lagi

Saat kita disakiti, tidak perlulah membenci orang yang menyakiti kita. Tidak perlu juga menyimpan dendam pada mereka yang telah menyakitimu.  Perasaan-perasaan negatif yang dipendam hanya akan membuatmu jadi pedendam. Jika sudah menjadi orang yang ingin balas dendam, kamu pun akan sulit untuk merasa bahagia.

Maafkanlah mereka yang telah menyakitimu dan menorehkan luka di hatimu yang tidak akan pernah hilang. Meski tidak bisa memaafkan seutuhnya, tetapi dengan memaafkan, kamu bisa membuka jalan untuk dirimu sendiri merasakan kebahagiaan.

Biarkan mereka yang menyakitimu merasakan pembalasan yang telah ditakdirkan oleh-Nya. Janganlah kamu membalas keburukan dengan keburukan. Yakinlah bahwa Tuhan merupakan hakim yang seadil-adilnya. Setiap perbuatan akan mendapatkan timbal balik yang sesuai.

UNTUNGNYA PUNYA ACCOUNT MEDIA SOSIAL

google.com


  • Pengertian

Menurut,  Andreas Kaplan dan Michael Haenlein mendefinisikan media sosial sebagai “sebuah kelompok aplikasi berbasis internet yang membangun di atas dasar ideologi dan teknologi dan memungkinkan penciptaan dan pertukaran user-generated content“. 

Ada pula menurut Chris Brogan pengertian media sosial adalah seperangkat alat komunikasi dan kolaborasi baru yang memungkinkan terjadinya berbagai jenis interaksi yang sebelumnya tidak tersedia bagi orang awam.

Marjorie Clayman turut mengungkapkan pengertian media sosial adalah ‘alat pemasaran baru yang memungkinkan untuk mengetahui pelanggan dan calon pelanggan dengan cara yang sebelumnya tidak mungkin’.  

Dilihat dari beberapa pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa, media sosial adalah jejaring sosial yang berguna bagi manusia. Kegunaannya tidak hanya sebagai media komunikasi dan interaksi tetapi juga bisa berguna untuk mengembangkan bisnis.

·        Jenis-jenis media sosial:

Menurut Kaplan dan Haenlein (2010), ada enam jenis media sosial:

1. Proyek kolaborasi, merupakan jenis media sosial yang memungkinkan penciptaan konten secara bersama-sama oleh banyak pengguna. Contohnya adalah Wikipedia, sebuah website yang memungkinkan penggunanya untuk menambahkan, menghapus, dan mengubah konten berbasis teks.

2. Blog, merupakan jenis sosial media yang memungkinkan pengelolanya bebas menulis apapun mulai dari pengalaman, kegiatan sehari-hari, ataupun informasi tertentu. Blog biasanya dikelola oleh satu orang saja, tapi memungkinkan adanya interaksi dengan orang lain melalui pemberian komentar. 

3. Komunitas konten, merupakan media sosial yang memungkinkan para penggunanya saling berbagi konten media, baik berbentuk teks (contohnya BookCrossing), foto (contohnya Flickr), video (contohnya Youtube), maupun presentasi PowerPoint (contohnya Slideshare).

4. Situs jejaring sosial, merupakan aplikasi yang memungkinkan penggunanya membuat profil yang memuat informasi mengenai dirinya, terhubung dengan pengguna lain, serta saling berkirim pesan. Profil dapat mencakup semua jenis informasi, termasuk foto, video, audio, dan blog. Contoh situs jejaring sosial adalah Facebook dan Twitter, Instagram

5. Virtual game world, merupakan dunia virtual, peniruan lingkungan dalam tiga dimensi (3D), dimana user bisa muncul dalam bentuk avatar serta berinteraksi dengan orang lain layaknya di dunia nyata. Contohnya adalah game online.

6. Virtual social world, merupakan aplikasi yang mensimulasikan kehidupan nyata melalui internet. Hampir sama seperti virtual game world, melalui virtual social world pengguna dimungkinkan untuk saling berinteraksi dalam platform tiga dimensi. Akan tetapi interaksi di sini lebih bebas seperti dan tidak terikat aturan seperti dalam game.

  • Manfaat media sosial

Dari berbagai jenis media sosial dia atas, kebanyakan khalayak menggunakan jenis “situs jejaring sosial”. Contohnya yang paling populer seperti, Facebook dan Twitter, Instagram.

Biasa disebut dengan “account sosmed”. Account sosmed seperti ini juga punya manfaat lebih untuk penggunanya. Seseorang bisa membagi kebahagiaan,”kegalauan”,kesedihan dan menyampaikan pendapat tentang perihal tertentu dan paling utama sebagai media untuk mempromosikan bisnis atau “berjualan”.

 Namun , setiap orang yang bermain “sosmed” memiliki kewajiban sendiri yang harus di patuhi :

Menurut artikel, Pengguna media sosial harus lebih awareness dan tahu bahwa norma hukum itu ada pada cyberspace. (hukumonline,com).

Menjelaskan :

Dalam bermedia sosial sudah seharusnya bersikap arif dan bijak sehingga tidak merugikan orang lain, mencemarkan nama baik, menghina, menyebarkan berita bohong, meyesatkan dan mengancam dengan kekerasan.
 
Legal Clinic & Publishing Manager Hukum Online, Letezia Tobing, mengatakan dalam bermedia social harus berhati-hati jangan sampai mencemarkan nama baik orang lain. Yang disebut mencemarkan nama baik orang lain adalah orang yang dituju merasa terhina, lalu yang terhina ini bisa melaporkan atau disebut namanya pengaduan,” kata Letezia dalam Projexion 2017 di Mall Kota Kasablanka, Sabtu (18/3).

Demikian artikel tentang keuntungan “bermedsos” dan beberapa kewajibanya.

Sampai jumpa di artikel yang lainnya.

 

Menghakimi – Cerminan Sikap Merasa Unggul

sumber: google.com

Pernah  di hakimi atau menghakimi keadaan orang lain. ??? Coba kita renungkan penggalan artikel dari cahayapengharapan.org.com
Mari kita perhatikan lebih teliti lagi pengajaran yang disampaikan oleh Tuhan Yesus ini. Pertama, Tuhan Yesus berkata, “Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi.” Menghakimi merupakan suatu kewenangan, kewenangan dari penguasa. Seorang hakim akan bertindak sebagai orang yang memiliki kewenangan atas diri Anda. Jika Anda berbuat salah, pemerintah akan memanggil Anda, atau menyeret Anda ke pengadilan, atau jika ada dua orang yang berselisih, mereka membawa persoalan tersebut kepada pihak yang memiliki kewenangan yang lebih tinggi. Hakim merupakan perwujudan dari pihak yang memiliki kewenangan yang lebih tinggi. Jadi pada saat Tuhan Yesus berkata, “Jangan menghakimi”, yang Ia maksudkan adalah, setiap orang dari antara kita tidak boleh menempatkan diri di atas orang lain. Ini adalah persoalan yang sangat mendasar di dalam hubungan sesama manusia, setiap orang ingin menganggap bahwa dirinya sendiri lebih baik dari orang lain dan dengan demikian merasa berhak untuk menghakimi orang lain. Contohnya, jika Anda berkata bahwa seseorang itu sombong, Anda secara tidak langsung sedang berkata bahwa Anda tidak sombong dan Anda berada di dalam posisi mengumumkan seseorang yang lain sebagai sombong. Jika Anda menyatakan seseorang itu sebagai salah, Anda sesungguhnya sedang berkata bahwa Anda lebih baik dari dia karena ia tidak tahu apa yang salah tapi Anda tahu apa yang salah. Alkitab mengajarkan kepada kita bahwa sikap yang sedemikian di antara orang Kristen merupakan sumber masalah di dalam gereja. Di sini Tuhan Yesus sedang menangani suatu sikap. Sikap merasa lebih unggul dari orang lain.

Alkitab mengajarkan bahwa kita harus belajar untuk saling merendahkan diri antara satu dengan yang lainnya, tunduk terhadap satu dengan lain, bukannya berlaku seperti orang penting di hadapan yang lainnya. Itu sebabnya di dalam Yohanes 13, Tuhan Yesus membasuh kaki murid-muridNya dan mengatakan bahwa apa yang sudah Ia lakukan atas mereka harus mereka lakukan pula terhadap orang lain. Membasuh kaki orang lain berarti menjadi budak orang itu karena hal itu adalah pekerjaan yang dilakukan oleh seorang budak bagi tuannya; membasuh kaki majikannya. Itu sebabnya mengapa di dalam Filipi 2:3 dan Efesus 5:21 sekaligus, Paulus berkata “Rendahkanlah dirimu seorang akan yang lain”. Jangan malah berusaha untuk menjadi tuan atas orang lain, jadilah hamba bagi orang lain. Untuk tujuan itulah kita dipanggil olehNya. Saya meminta Anda untuk memikirkan bahwa kalau di dalam gereja kita benar-benar dapat hidup seperti ini, benar-benar merendahkan diri di hadapan orang lain dengan setulus hati, seperti apa jadinya perubahan perilaku jemaat di dalam gereja? Seperti apa jadinya gereja jika kita tidak melirik ke arah orang lain dan menilai bahwa kita tidak lebih buruk dari pada dia? Mengapa kita tidak mengekang hasrat untuk membandingkan diri ini, bukankah hal itu sepenuhnya wewenang Allah? Perilaku yang ingin menang sendiri ditujukan untuk menaikkan harga diri, ego kita, agar kita merasa bahwa diri kita memiliki arti di dunia ini. Namun manusia rohani tidak peduli dengan urusan nilai harga dirinya. Ia hanya memperhatikan apa yang Allah nilai dari dirinya dan hal itu membawa dampak yang kekal.

Rileks dan tenang, kunci sukses Alfian M Fajri.

google.com

Siapa yang tidak mengenal Alfian M Fajri atlet panjat tebing asal Indonesia yang menjadi pemenang pada kejuaraan dunia IFSC Worldcup di Chongqing, China. 

OAlfian M Fajri, jadi yang tercepat dalam kejuaraan tersebut. Dia sukses menaklukkan atlet Ukraina Kostiantyn Pavlenko dengan catatan waktu 5,970 detik. 

Bagi Alfian, ini adalah medali pertamanya pada IFSC worldcup dan langsung meraih gelar juara dunia.

Sebelumnya, Alfian meraih medali emas pada Asian Championship di Kurayoshi, Jepang, pada November 2018.

“Saya ucapkan terima kasih kepada semua yang telah mendukung. Syukur alhamdulillah kepada Tuhan yang Maha Esa saya bisa maksimal,” kata Alfian di Chongqing, China, dalam siaran pers yang diterima BolaSport.com.

Menurut Alfian, kunci kemenangannnya kali ini adalah perasaan yang lebih tenang dan rileks. Dia juga selalu berdoa agar diberi kelancaran selama bertanding (sumber : bolasport.com).

Berikut bebarapa foto keren dari sang juara :

google.com

google.com
google.com

Pentingnya berpikir kritis . . .

google.com

Di era globalisasi dan moderenisasi saat ini, berpikir kritis sangat di perlukan dalam kehidupan sehari-hari.  Pola berpikir kritis dapat membantu kita menyelesaikan masalah,dan selektif untuk mengambil keputusan dalam hidup. Terdengar sepeleh atau tidak terlalu dipikirkan, tetapi kita memerlukan pola berpikir kritis untuk meminimalisir terjadinya masalah dalam hidup. 

Banyak pengertian berpikir kritis menurut para ahli: 

Menurut Beyer:1985, Pengertian berpikir kritis adalah kemampuan kemampuan untuk :

·Menilai valid tidaknya suatu sumber informasi

·Bisa membedakan mana yang relevan dan mana yang tidak relevan

·Bisa membedakan mana yang fakta mana yang opini

·Mampu untuk mengidentifikasi bias dan sudut pandang. 

Berpikir kritis menurut Mertes (1986) : 

Berpikir kritis adalah sebuah proses yang disengaja dan dilakukan secara sadar untuk menafsirkan sekaligus mengevaluasi sebuah informasi dari pengalaman, keyakinan dan kemampuan yang ada. 

Dari pengertian para ahli, dapat disimpulkan bahwa berpikir kritis adalah pola pikir manusia dalam menjawab persoalan dan mengambil keputusan berdasarkan pada fakta data yang relevan. Tidak terpengaruh oleh opini orang lain. 

Ciri-ciri berpikir kritis

Ciri-ciri berpikir kritis adalah pola pikir induktif dengan beberapa tahapan, seperti: menganalisa masalah secara terbuka, memperhatikan sebab dan akibat, dan membuat kesimpulan dengan cara memperhitungkan berbagai macam data relevan yang didapatkan yang menjadi pertimbangan dalam mengambil keputusan. 

Cara Berpikir Kritis

Cara berpikir kritis pada dasarnya datang dari dalam diri seseorang, mengembangkan cara berpikir kritis dapat membantu seseorang untuk menjadi pribadi yang tidak gegabah dan mengambil keputusan maupun mencari penyelesaian suatu masalah. Berikut ialah cara berpikir kritis ialah:

·Selalu berpikir dengan kepala dingin.

·Tidak mendahulukan emosi dibandingkan logika.

·Selalu berpikir tentang segala kemungkinan yang terjadi.

·Selalu siap dengan apa yang harus dihadapi dan menanggung resikonya.

·Mengambil keputusan berdasarkan data yang faktual dan bersifat fakta.

(Artikel,gurupendidikan.co.id)

Manfaat berkipir kritis : 

·Mempunyai banyak ide kreatif dan alternatif jawaban.

Dengan membiasakan diri berpikir kritis, maka kita akan memiliki kemampuan untuk menangani sebuah masalah dengan cara berpikir jernih dan cerdas.

·Lebih cepat memahami sudut pandang orang lain.

Berpikir kritis akan membuat seseorang memiliki pandangan yang lebih fleksibel dan tidak kaku saat menanggapi pendapat orang lain.

·Menjadi lebih mandiri.

Memiliki kemampuan berpikir kritis, tentu akan membuat seseorang bisa menjadi sebuah sosok pribadi yang mandiri dan mampu melakukan berbagai aktifitas di atas rata-rata.

·Mudah menemukan peluang baru.

Di saat seseorang memiliki kebiasaan berpikir kritis, maka bisa dipastikan bila dia adalah sosok yang sangat optimis dan selalu berpikiran positif serta memiliki kemampuan lebih bila dibandingkan dengan yang lainnya.(artikel, pengertianmenurutparahahli.net)

Dari uraian di atas penulis mau menekan agar setiap orang harus berpikir kritis dalam berbagai hal,terlebih khusus pada saat sekarang dengan berbagai isu yang ada, tidak jelas kebenaran fakta atau opini. Kita harus lebih kritis dalam membagi informasi. Yang paling penting ciri-ciri bahwa kita berpikir kritis adalah Tidak menyebarkan hoax. 

Sebagai generasi modern tunjukan partisipasi untuk bangsa dengan menjadi pribadi yang lebih kritis. 

👍

Salam anak bangsa,generasi moderenisasi .