Pengen banget terlihat hebat,mau menunjukan kepada siapa??

sumber: hipwe.com

“Saya harus pintar

Saya harus cantik atau ganteng

Kerjaan harus keren

Harus punya banyak uang”. 

Sering banget ini muncul di otak dan dipikiran. Sebenarnya tujuannya untuk apa. Apa karena mau telihat hebat di mata orang. Atau lebih menginginkan kenyamanan hidup. Gak peduli cara apapun yang di tempuh yang penting “terlihat hebat”. 

Ini yang sering terjadi, terlebih pada orang muda. Dan sedihnya ,biasanya hal ini di terima sejak kita masih sangat kecil. Contoh kejadian naas,orang lebih memilih mengakhiri hidup hanya karena menginginkan “pengakuan hebat” :

Diantaranya Junghyun (artis korea), Song Ji Seon, dan masih banyak lagi di dunia. Di Indonesia sendiri, rasio kematian akibat bunuh diri adalah 4,3 dari 100.000 penduduk. Berdasarkan data dari Riskesdas dikombinasi dengan data dari Pusdatin Kemenkes, gejala depresi dan kecemasan sudah diidap orang Indonesia sejak usia 15 tahun (detikhealth01/11/18). 

Apakaitannya dengan judul artikel,sangat berkaitan erat. Disaat semua ekpektasi di atas tidak terpenuhi atau lebih tepatnya belum terpenuhi. Besar kemungkinan membuat orang rentan stres. Dan apabila tidak di dukung oleh lingkungan keluarga, teman, sekolah, atau tempat kerja .akan meningkatkan perasaannya menjadi depresi. Karena hanya orang yang terlihat hebat lebih banyak menarik simpati banyak orang. Saat kita terjatuh dalam kegagalan hidup orang hanya akan melihat “sebelah mata”. Kejadian seperti ini harusnya tidak terjadi. Bukankah kita manusia yang memiliki perasaan simpati. Orang yang berhasil ataupun gagal mereka membutuhkan simpati yang sama. Kalau tidak bisa berempati pada orang yang sedang “gagal” setidaknya jangan merendahkan dengan membagi kisahnya yang hanya menambah antipati lebih banyak orang. Karena tidak ada yang diuntungkan, sehebat apapun kamu saat ini pasti akan berakhir,sama halnya dengan kegagalannya pasti akan berlalu.

Banyak tokoh dunia mengingatkan kita tentang kebaikan yang tidak selalu dengan materi tetapi bisa hanya melalui perlakuan dengan saling menguatkan antara sesama. Karena hidup hanya perlu dilakukan sewajarnya, tidak perlu terlalu memaksa keadaan hingga mengorbankan diri sendiri atau bahkan orang lain. 

Contoh kutipan dari para tokoh dunia: 

“Get busy living or get busy dying”

“Sibuk dalam menjalani kehidupan atau sibuk mati-matian”

– Stephen King

“Either you run the day or the day runs you”

“Entah kamu yang menjalani harimu atau hari-harimu yang mengendalikanmu”

– Jim Rohn

 “Life is not a problem to be solved, but a reality to be experienced”

“Kehidupan bukanlah permasalahan yang harus diselesaikan, namun kenyataan yang harus dilalui”

– Soren Kierkegaard

“Our prime purpose in this life is to help others. And if you can’t help them at least don’t hurt them”

“Tujuan utama dalam kehidupan ini adalah untuk membantu orang lain. Jika kamu tidak dapat membantu mereka, setidaknya jangan sakiti mereka” – Dalai Lama

Mari saling menguatkan. Berbagi kebaikan kepada siapapun, 

Tak perlu memaksa dan menuntut. 

Biarkan apaadanya. 

Karena Ada Tuhan maha segalanya. 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s