Nilai-nilai kewirausahaan

google.com

Kewirausahaan adalah hasil suatu disiplin serta proses sistematis penerapan kreativitas dan inovasi dalam memenuhi kebutuhan dan peluang di pasar, manurut Thomas W. Zimmerer (1996).

Karena adanya perubahan paradigma kearah globalisasi yang menuntut keharusan untuk lebih unggul dalam persaingan maka terjadi perubahan pada paradigma pendidikan kewirausahaan.

Menurut Prawirokusumo dalam Surayan (2006) pendidikan kewirausahaan telah diajarkan sebagai suatu disiplin ilmu tersendiri dan independen dikarenakan :

  1. Kewirausahaan berisi bidang pengatahuan tertentu yang utuh dan nyata.
  2. Kewirausahaan mmiiliki dua konsep, yaitu posisi permulaan dan pengembangan usaha, yang tidak ada dalam kerangka pendidikan menajemen umum yang memisahkan antara manajemen dan pemilikan usaha.
  3. Kewirausahaan memiliki objek tersendiri yaitu kreativitas dan inovasi.
  4. Kewirausahaan merupakan alat untuk menciptakan pemerataan usaha dan pendapatan atau kesejahteraan rakyat yang adil dan makmur.

Sampai saat ini kewirausaan telah menjadi kompetensi inti untuk menciptakan perubahan, pembaruan dan kemajuan dengan melewati proses kreativias dan inovasi menciptakan nilai tambah barang dan jasa dengan tujuan menciptakan daya saing di pasaran.

Untuk mencapai hasil yang memuaskan kewirausahaan harus memenuhi nilai-nilai hakikat kewirausahaan, yang meliputi :

  1. Percaya Diri
  2. Berorientasi Pada Tugas dan Hasil
  3. Keberanian Menghadapi Risiko

Kemampuan seseorang untuk menyukai pekerjaan yang menantang berani dan mampu mengambil resiko kerja

  • Berorientasi ke Masa Depan
  • Kepemimpinan Keorisinalan: Kreativitas dan Inovasi

Kretifitas : Berpikir dan melakukan sesuatu untuk menghasilkan cara atau hasil berbeda dari produk/jasa yang telah ada

Inovasi : Kemampuan untuk menerapkan kreatifitas dalam rangka memecahkan persoalan-persoalan dan peluang untuk meningkatkan dan memperkaya kehidupan

  • Sikap dan Kepribadian Wirausahawan Oleh Ibnu Soedjono (1993), perilaku kreatif dan inovatif tersebut dinamakan “tindakan wirausahawan”, yang ciri-cirinya dijelaskan sbb : Selalu mengamankan investasi terhadap risiko Mandiri Berkreasi menciptakan nilai tambah Selalu mencari peluang Berorientasi ke masa depan.
  • Motif Berprestasi dalam Kewirausahaan Motif berprestasi adalah suatu nilai sosial yang menekankan pada hasrat untuk mencapai hasil terbaik guna mencapai kepuasan pribadi (Gede Anggan Suhandana, 1980: 55) Faktor dasarnya adalah adanya kebutuhan yang harus dipenuhi.
  • David C. McClelland (1971) o Need for achievement : Kebutuhan berprestasi, indikatornya dorongan untuk lebih unggul, dorongan untuk memperoleh seperangkat standar, dorongan untuk meraih keberhasilan. o Need for power : Kebutuhan kekuasaan, indikatornya terdiri atas kebutuhan untuk mempengaruhi orang lain. o Need for affiliation : Kebutuhan berafiliasi, indikatornya adanya hasrat untuk berteman, bersahabat, dan kebutuhan untuk berhubungan lebih dekat secara antarpersonal.

Nilai-niali kewirausahaan diatas ditunjukan untuk membatu meringankan tugas kewirausahaan, yang sebenarnya dikatakan cukup sederhana yaitu, wirausahawan harus bisa menguasai keadaan sehingga bisa mencapai keberhasilan usaha.  Ketidakpastian, dinamika, dan resiko bisa menjadi kawan yang berguna.

referensi buku :

Sanawiri B, Iqbal M, kewirausahaan, Malang, 2018, UB press.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s