Ketulusan dan Ibu

sumber: idntimes.com

Jarang orang mau mengakui, kesederhanaan adalah kekayaan yang terbesar di dunia ini: suatu karunia alam. Dan yang terpenting diatas segala-galanya ialah keberaniannya. Kesederhaan adalah kejujuran, dan keberanian adalah ketulusan. – Pramoedya Ananta Toer

Sore itu ,sekitaran pukul 17.30. Di sebuah restoran cepat saji. Saya dan anak sedang makan. Di luar di balik jendela kaca. Ada seorang ibu yang kelihatan habis berjualan minuman keliling. Ia bersama anaknya. Umur anaknya sekitar 5 tahunan. Mereka sedang duduk. Sang anak sedang minum minuman softdrink diatasnya ada ice cream. Biasanya disebut fant* float. Sesaat kemudian adzan maghrib. Ibu yang tadi, mengambil botol minum dari tas dan meminumnya.sepertinya dia sedang membatalkan puasanya. Sambil minum dia menatap anaknya yang menawarkan softdrink. Tapi sang ibu menolak dan tersenyum. Pemandangan yang indah buat saya. Entah apa yang dipikirkan sang ibu,tapi yang pasti dalam hatinya dia hanya menginginkan anak nya merasa senang. Kejadian sederhana namun bermakna buatku. Banyak sekali pemikiran para ahli tentang ketulusan.

 Tapi bagi saya,gambaran nyata tentang ketulusan yaitu seorang ibu. Ibu bersedia meregang nyawa saat melahirkan, berani berkorban untuk seorang bayi kecil yang belum pernah melakukan kebaikan apapun untuk sang ibu. Setiap hari biasanya mengomel, banyak hal yang di omelin . Tapi itulah seorang ibu.

“Banyak Ibu yang baik di dunia, tapi hanya ada satu yang terbaik bagiku yaitu ibuku, untuk kemaren,hari ini dan selamanya”

Tidak peduli bagaimana cara mereka membesarkan sang anak. Ada yang mendidik dengan cara yang tegas ada  pula dengan cara yang halus. Tetapi yang pasti mereka tulus melakukan. Banyak Bersyukur milenials yang masih punya ibu. Karena banyak  anak-anak yang harus berpisah dengan ibunya entah meninggal atau sengaja ditinggalkan karena kondisi sang ibu yang mungkin sedang terguncang saat pergi.Karena ibu hanya punya hati yang tulus. Apapun yang terjadi hatinya tidak goyah untuk tetap kuat berbuat baik,terlebih khusus baik kepada bayi kecilnya. Ini menurutku Kebaikan yang hakiki. Tanpa memerlukan balasan. Begitu besar hati ibumu.

“kalau tak pintar, jadilah yang anak yang baik. Itu sudah cukup untuk ibumu’’.

“Ibu yang sangat mencintaimu mendengar apa yang kamu katakan bahkan memahami apa yang belum engkau katakan.”

Mengasihi tanpa syarat dalam psikologi dikenal sebagai genuine acceptance (penerimaan yang tulus dan apa adanya). Mencintai anak dengan penuh ketulusan adalah mencintai tanpa memikirkan balasan, tidak menghiraukan apa yang akan anak kita berikan pada kita, tidak mempedulikan apa kata orang lain. Seperti ini pemikiran ibu.

Lebaran adalah Saat yang paling tepat untuk berterimakasih pada ibu. Apabila selama ini hanya ada didalam hatimu. Hari ini adalah saat yang tepat,untuk mencium tangan ibumu dengan perasaan tulus.tunduk didepan nya. Cukup bilang terimakasih bu dan maafkan aku karena sering membuat ibu marah.” Ungkapan mu lebih besar dari apapun . 

Selamat lebaran buat para milenial

siap berbakti dihari spesial.

Pengen banget terlihat hebat,mau menunjukan kepada siapa??

sumber: hipwe.com

“Saya harus pintar

Saya harus cantik atau ganteng

Kerjaan harus keren

Harus punya banyak uang”. 

Sering banget ini muncul di otak dan dipikiran. Sebenarnya tujuannya untuk apa. Apa karena mau telihat hebat di mata orang. Atau lebih menginginkan kenyamanan hidup. Gak peduli cara apapun yang di tempuh yang penting “terlihat hebat”. 

Ini yang sering terjadi, terlebih pada orang muda. Dan sedihnya ,biasanya hal ini di terima sejak kita masih sangat kecil. Contoh kejadian naas,orang lebih memilih mengakhiri hidup hanya karena menginginkan “pengakuan hebat” :

Diantaranya Junghyun (artis korea), Song Ji Seon, dan masih banyak lagi di dunia. Di Indonesia sendiri, rasio kematian akibat bunuh diri adalah 4,3 dari 100.000 penduduk. Berdasarkan data dari Riskesdas dikombinasi dengan data dari Pusdatin Kemenkes, gejala depresi dan kecemasan sudah diidap orang Indonesia sejak usia 15 tahun (detikhealth01/11/18). 

Apakaitannya dengan judul artikel,sangat berkaitan erat. Disaat semua ekpektasi di atas tidak terpenuhi atau lebih tepatnya belum terpenuhi. Besar kemungkinan membuat orang rentan stres. Dan apabila tidak di dukung oleh lingkungan keluarga, teman, sekolah, atau tempat kerja .akan meningkatkan perasaannya menjadi depresi. Karena hanya orang yang terlihat hebat lebih banyak menarik simpati banyak orang. Saat kita terjatuh dalam kegagalan hidup orang hanya akan melihat “sebelah mata”. Kejadian seperti ini harusnya tidak terjadi. Bukankah kita manusia yang memiliki perasaan simpati. Orang yang berhasil ataupun gagal mereka membutuhkan simpati yang sama. Kalau tidak bisa berempati pada orang yang sedang “gagal” setidaknya jangan merendahkan dengan membagi kisahnya yang hanya menambah antipati lebih banyak orang. Karena tidak ada yang diuntungkan, sehebat apapun kamu saat ini pasti akan berakhir,sama halnya dengan kegagalannya pasti akan berlalu.

Banyak tokoh dunia mengingatkan kita tentang kebaikan yang tidak selalu dengan materi tetapi bisa hanya melalui perlakuan dengan saling menguatkan antara sesama. Karena hidup hanya perlu dilakukan sewajarnya, tidak perlu terlalu memaksa keadaan hingga mengorbankan diri sendiri atau bahkan orang lain. 

Contoh kutipan dari para tokoh dunia: 

“Get busy living or get busy dying”

“Sibuk dalam menjalani kehidupan atau sibuk mati-matian”

– Stephen King

“Either you run the day or the day runs you”

“Entah kamu yang menjalani harimu atau hari-harimu yang mengendalikanmu”

– Jim Rohn

 “Life is not a problem to be solved, but a reality to be experienced”

“Kehidupan bukanlah permasalahan yang harus diselesaikan, namun kenyataan yang harus dilalui”

– Soren Kierkegaard

“Our prime purpose in this life is to help others. And if you can’t help them at least don’t hurt them”

“Tujuan utama dalam kehidupan ini adalah untuk membantu orang lain. Jika kamu tidak dapat membantu mereka, setidaknya jangan sakiti mereka” – Dalai Lama

Mari saling menguatkan. Berbagi kebaikan kepada siapapun, 

Tak perlu memaksa dan menuntut. 

Biarkan apaadanya. 

Karena Ada Tuhan maha segalanya. 

Nilai-nilai kewirausahaan

google.com

Kewirausahaan adalah hasil suatu disiplin serta proses sistematis penerapan kreativitas dan inovasi dalam memenuhi kebutuhan dan peluang di pasar, manurut Thomas W. Zimmerer (1996).

Karena adanya perubahan paradigma kearah globalisasi yang menuntut keharusan untuk lebih unggul dalam persaingan maka terjadi perubahan pada paradigma pendidikan kewirausahaan.

Menurut Prawirokusumo dalam Surayan (2006) pendidikan kewirausahaan telah diajarkan sebagai suatu disiplin ilmu tersendiri dan independen dikarenakan :

  1. Kewirausahaan berisi bidang pengatahuan tertentu yang utuh dan nyata.
  2. Kewirausahaan mmiiliki dua konsep, yaitu posisi permulaan dan pengembangan usaha, yang tidak ada dalam kerangka pendidikan menajemen umum yang memisahkan antara manajemen dan pemilikan usaha.
  3. Kewirausahaan memiliki objek tersendiri yaitu kreativitas dan inovasi.
  4. Kewirausahaan merupakan alat untuk menciptakan pemerataan usaha dan pendapatan atau kesejahteraan rakyat yang adil dan makmur.

Sampai saat ini kewirausaan telah menjadi kompetensi inti untuk menciptakan perubahan, pembaruan dan kemajuan dengan melewati proses kreativias dan inovasi menciptakan nilai tambah barang dan jasa dengan tujuan menciptakan daya saing di pasaran.

Untuk mencapai hasil yang memuaskan kewirausahaan harus memenuhi nilai-nilai hakikat kewirausahaan, yang meliputi :

  1. Percaya Diri
  2. Berorientasi Pada Tugas dan Hasil
  3. Keberanian Menghadapi Risiko

Kemampuan seseorang untuk menyukai pekerjaan yang menantang berani dan mampu mengambil resiko kerja

  • Berorientasi ke Masa Depan
  • Kepemimpinan Keorisinalan: Kreativitas dan Inovasi

Kretifitas : Berpikir dan melakukan sesuatu untuk menghasilkan cara atau hasil berbeda dari produk/jasa yang telah ada

Inovasi : Kemampuan untuk menerapkan kreatifitas dalam rangka memecahkan persoalan-persoalan dan peluang untuk meningkatkan dan memperkaya kehidupan

  • Sikap dan Kepribadian Wirausahawan Oleh Ibnu Soedjono (1993), perilaku kreatif dan inovatif tersebut dinamakan “tindakan wirausahawan”, yang ciri-cirinya dijelaskan sbb : Selalu mengamankan investasi terhadap risiko Mandiri Berkreasi menciptakan nilai tambah Selalu mencari peluang Berorientasi ke masa depan.
  • Motif Berprestasi dalam Kewirausahaan Motif berprestasi adalah suatu nilai sosial yang menekankan pada hasrat untuk mencapai hasil terbaik guna mencapai kepuasan pribadi (Gede Anggan Suhandana, 1980: 55) Faktor dasarnya adalah adanya kebutuhan yang harus dipenuhi.
  • David C. McClelland (1971) o Need for achievement : Kebutuhan berprestasi, indikatornya dorongan untuk lebih unggul, dorongan untuk memperoleh seperangkat standar, dorongan untuk meraih keberhasilan. o Need for power : Kebutuhan kekuasaan, indikatornya terdiri atas kebutuhan untuk mempengaruhi orang lain. o Need for affiliation : Kebutuhan berafiliasi, indikatornya adanya hasrat untuk berteman, bersahabat, dan kebutuhan untuk berhubungan lebih dekat secara antarpersonal.

Nilai-niali kewirausahaan diatas ditunjukan untuk membatu meringankan tugas kewirausahaan, yang sebenarnya dikatakan cukup sederhana yaitu, wirausahawan harus bisa menguasai keadaan sehingga bisa mencapai keberhasilan usaha.  Ketidakpastian, dinamika, dan resiko bisa menjadi kawan yang berguna.

referensi buku :

Sanawiri B, Iqbal M, kewirausahaan, Malang, 2018, UB press.

Pentingnya Pendidikan Kewirausahaan Bagi Mahasiswa

ambyaberbagi.com

Prof. Dr. Suparman Sumahamijaya (1975) menjabarkan wirausaha dalam istilah aslinya entrepreneur,  adalah mereka yang memulai usaha baru., menanggung segala resiko, dan mendapatkan keuntungan.

Kewirausahaan berasal dari kata wira dan usaha (kompasiana.com) menurut segi etimologi (asal usul kata Wira,artinya pejuang, pahlawan, manusia unggul, teladan, gagah berani, berjiwa besar, dan berwatak agung.Usaha, artinya perbuatan amal, bekerja, berbuat sesuatu. Jadi,wirausaha adalah pejuang atau pahlawan yang berbuat sesuatu. Wirausaha dapat mengumpulkan sumber daya yang di butuhkan guna mengambil keuntungan dari padanya, dan mengambil tindakan yang tepat guna untuk memastikan keberhasilan usahanya. Wirausaha ini bukan faktor keturunan atau bakat, tetapi sesuatu yang dapat dipelajari dan dikembangkan. Kewirausahaan atau entrepreneurship sangat erat kaitannya dengan kegiatan ekonomi.

Menurut Buchari (2000:35), saat ini persaingan di dunia kerja semakin ketat dan tingkat pengangguran di Indonesia semakin bertambah setiap tahunnya. Hal ini ditambahkan dengan semakin banyak perusahaan besar maupun kecil yang melakukan hubungan kerja (PHK), memensiunkan karyawan secara dini, bahkan menutup atau merelokasi tempat usaha ke tempat lain. Hal ini menyebabkan tingkat persaingan di antara para sarjana semakin ketat.

Karena itu, lembaga pendidikan diharapkan ikut berperan dalam mengubah kondisi ini, dengan memberikan pengajaran kewirausahaan agar mahasiswa mampu mengubah pola pikir dan paradigma untuk lebih berorientasi mengasah kreativitas dan inovasi dalam menciptakan lapangan pekerjaan untuk diri sendiri atau bahkan untuk banyak orang. Suatu negara mampu berkembang secara mandiri apabila jumlah wirausahawan di negara tersebut minimal 2 persen dari total jumlah penduduk, menurut PBB. Saat ini, jumlah wirausahawan di Indonesia hanya sebesar 0,24 persen dari jumlah penduduk Indonesia sebesar 238 juta jiwa. Jumlah tersebut lebih rendah jika dibandingkan dengan jumlah wirausaha di beberapa negara luar yang tingkat perekonomiannya lebih tinggi, seperti Amerika Serikat yang memiliki wirausaha sejumlah 4 persen dari total penduduknya, Singapura yang jumlah wirausahanya sebesar 7 persen dari jumlah penduduknya, dan Malaysia yang jumlah wirausahanya mencapai 5 persen dari jumlah penduduknya.

Namun hal ini, tidak serta merta bisa dijalankan dengan mudah. Berwirausaha pun memiliki tantangan dan hambatan yang serius. Sehingga kerap kali menjadi penghalang bagi pemula ataupun mahasiswa untuk memulai menjalakan usaha. Dikutip dari jurnal yang di tulis oleh K. Wardhati dan kirwani, menjelaskan bahwa ada banyak faktor yang mepengaruhi kegagalan berwirausaha,

  1. Ketidakmampuan manajemen material maupun sumber daya ekonomi
  2. Kurang pengalaman
  3. Pengendalian keuangan yang buruk.
  4. Lemah nya usaha pemasaran.

Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah mulai menerapkan strategi dalam usaha meningkatkan jumlah wirausahawan di Indonesia, salah satunya ialah dengan memasukkan mata kuliah Kewirausahaan ke dalam kurikulum pendidikan, khususnya pendidikan di tingkat perguruan tinggi. Institut Pertanian Bogor (IPB) merupakan salah satu institusi pendidikan yang ikut menerapkan kurikulum tersebut dimana mata kuliah Kewirausahaan tersebut mulai diajarkan sejak mahasiswa di Tingkat Persiapan Bersama (TPB) (kompasiana.com).

Bagi saya pribadi, dengan adanya mata kuliah kewirausahaan memberikan dampak positif terhadap perkembangan minat mahasiswa dalam menggeluti dunia wirausaha. Minat mahasiswa bisa meningkat dunia wirausaha. Secara tidak langsung bisa  mengurangi jumlah pengangguran dan menambah penghasilan Negara melalui pajak. Jika bertambahnya  jumlah wirausaha muda yang terus berkembang maka bukan tidak mungkin Indonesia dapat terbebas dari krisis perekonomian seperti saat ini.  Hal ini sejalan dengan hasil penelitian dari K. Wardhati dan kirwani yang di tuliskan dalam jurnalnya pada bagian kesimpulan bahwa pendidikan kewirausahaan sangat berguna dalam dunia perkuliahan. Hal ini menjadi dasar bagi mahasiswa Sehingga lebih mudah mengambil keputusan dalam  berwirausaha yang sesuai dngan kemampuan dan kebutuhan mnasyarakat.

Referensi:

Maskan, Mohammad. Et al. (2018). Kewirausahaan. Malang. Polinema Press.

https://www.kompasiana.com/paansiih/550ffe3fa333111c37ba80b0/peranan-mata-kuliah-kewirausahaan-dalam-meningkatkan-minat-mahasiswa-untuk-berwirausaha

Arahkan anak berkesenian, seni merupakan “makanan otak” dalam mengembangkan kreativitas.

hohero.com



Otak (bahasa Inggris: encephalon, brain) adalah pusat sistem saraf (bahasa Inggris: central nervous system, CNS) pada vertebrata dan banyak invertebrata lainnya. Otak manusia  adalah struktur pusat pengaturan yang memiliki volume sekitar 1.350cc dan terdiri atas 100 juta sel saraf atau neuron. Otak mengatur dan mengkordinir sebagian besar, gerakan, perilaku dan fungsi tubuh homeostasis seperti detak jantung, tekanan darah, keseimbangan cairan tubuh dan suhu tubuh. Otak manusia bertanggung jawab terhadap pengaturan seluruh badan dan pemikiran manusia. Oleh karena itu terdapat kaitan erat antara otak dan pemikiran. Otak dan sel saraf di dalamnya dipercayai dapat memengaruhi kognisi manusia. Pengetahuan mengenai otak memengaruhi perkembangan psikologi kognitif. Otak juga bertanggung jawab atas fungsi seperti pengenalan, emosi. ingatan, pembelajaran motorik dan segala bentuk pembelajaran lainnya, (sumber : wikipedia ).

Menurut Sperry, masing-masing bagian otak memiliki fungsi spesial tanpa harus bergantung satu dengan yang lainnya. Roger Sperry mmerupakan seorang neuropsikolog yang menemukan bahwa akal manusia terdiri atas dua bagian, yaitu : otak kanan dan otak kiri.

Dua bagian otak ini,memiliki fungsi yang berbeda, seperti otak kiri lebih unggul pada hal-hal yang berhubungan dengan logika dan rasio manusia, kemampuan menulis dan membaca, serta merupakan pusat dari matematika. Jadi, pernyataan yang mengatakan jika seseorang yang pandai matematika lebih dominan dengan otak kiri adalah benar. Beberapa pakar menyebut bahwa otak kiri merupakan pusat dari Intelligence Quotient (IQ). Sementara itu, otak kanan berfungsi dalam perkembangan Emotional Quotient (EQ). Misalnya seperti sosialisasi, komunikasi, interaksi dengan manusia lain, serta pengendalian emosi. Otak kanan juga berfungsi untuk semua jenis kegiatan kreatif, seperti menari, menggambar, atau menyanyi. Otak bagian kanan bertanggung jawab atas kemampuan spasial seseorang, yaitu meliputi pengenalan wajah dan pengolahan musik. Otak kanan juga dapat melakukan beberapa fungsi matematika, tetapi hanya perkiraan kasar dan perbandingan. Bagian ini jugalah yang membantu citra visual dari apa yang kita lihat. Saat seseorang berbicara, otak kanan yang akan membantu untuk menafsirkan konteks dan nada lawan bicara.

Sejalan dengan pemikiran Sperry, Pakar kreativitas dari pusat pengembangan kreativitas, Qurius, Kayee Man memaparkan, seni sangat bermanfaat untuk mengaktifkan otak kanan anak. Mengutip pendapat Edwards, Kayee menjelaskan bahwa otak kiri manusia tidak menyukai aktivitas yang tidak bisa diekspresikan dengan kata-kata, karena membutuhkan lebih banyak waktu untuk diproses. Atau dengan kata lain, otak kiri membenci aktivitas yang ada hubungannya dengan seni. Berbeda dengan otak kanan yang bekerja kebalikannya. Seperti diindikasikan oleh Hausner dan Scholsberg, Kayee mengutip, banyak ilmuwan yang setuju bahwa seni adalah cara terbaik untuk mengembangkan kreativitas karena melaluinya seseorang dapat mengekspresikan emosinya secara nonverbal. Kreativitas menurut Kayee adalah bagaimana menemukan ide baru yang efektif dan etis.

Untuk menjadi kreatif seseorang harus berpikiran terbuka, mau berimajinasi dan mengambil risiko terhadap hal-hal baru. “Akan lebih mudah bagi seseorang untuk kreatif jika dia berada dalam lingkungan yang mendukungnya untuk menjadi kreatif yaitu lingkungan yang mendukungnya untuk berimajinasi, terbuka terhadap hal baru, dan ide-ide yang tidak biasa tanpa takut melakukan kesalahan,” urai Kayee.

Dengan membuat karya seni, tambahnya, anak dapat mengembangkan imajinasi, mencoba berbagai cara baru, dan menentukan ide-ide apa yang harus digunakan dan tidak perlu digunakan. “Seni membuka berbagai kemungkinan untuk munculnya kreativitas,” tambahnya. Kemampuan untuk berpikir dan berimajinasi inilah yang kemudian akan menyebar ke area lain dalam otak/pikiran anak sehingga anak akan mempunyai kemampuan yang lebih baik dalam menyelesaikan masalah, memahami bacaan, dan berpikir analitis.

Selain itu dari segi kognitif, Kayee berpendapat aktivitas seni baik untuk mengembangkan aspek kognitif anak karena sifatnya yang multidisiplin. Kayee mencontohkan, melalui aktivitas seni membuat bentuk menggunakan tanah liat, anak dapat belajar bahwa beberapa objek dapat mengapung atau tenggelam di dalam air. Mereka dapat bereksperimen bagaimana bentuk dan berat suatu objek dapat mempengaruhi hal tersebut. Dengan demikian, “Seni dapat digunakan untuk mengeksplorasi disiplin ilmu lain, memperoleh suatu pengetahuan baru ataupun memperdalam suatu hal yang sudah diketahui,” terang peraih gelar master studi kreativitas dari International Center of Creative Studies di Buffalo State University , New York ini.

Menurut Kayee, seni juga dapat menjadi media yang sangat baik untuk anak belajar mengasosiasikan sesuatu secara bebas dan tidak biasa. Misalnya, dalam aktivitas seni dengan tema “Metamorfosis”, anak tak hanya bisa belajar pengetahuan dasar tentang proses metamorfosis, tetapi juga ditantang untuk menciptakan karya seni yang ada kaitannya dengan proses tersebut. Anak bisa saja membuat pensil ‘berubah’ menjadi dompet yang tak hanya hasil dari sebuah karya seni tetapi juga mendorong mereka untuk memiliki pemahaman yang berbeda tentang konsep metamorfosis. “ Di sinilah seni mampu menyatukan berbagai disiplin ilmu menjadi sebuah media yang efektif untuk melatih anak membuat asosiasi yang tidak biasa, yang sebenarnya merupakan elemen kunci dari berpikir kreatif,” jelas Kayee lagi.

Kemampuan observasi anak pun bisa dikembangkan melalui seni. Sebagai contoh, tambah Kayee, dalam sebuah aktivitas seni yang menggunakan daun, anak dapat diminta untuk mengekplorasi bentuk, bau, tekstur, dan struktur dari berbagai macam daun. Kemudian anak dapat diminta untuk mengelompokkan daun-daun tersebut berdasarkan kategori tertentu dan membuat sebuah kreasi seni yang berkaitan dengan hal tersebut. Hasilnya , anak mungkin dapat mengasosiasiasikan bau daun dan membentuknya menjadi bunga. Atau, mengasosiasikan bentuk daun untuk membuat karya seni berbentuk kucing. Biarkan anak mengembangkan kemampuan berimajinasi untuk menjadikan anak sebagai problem solver  bagi diri sendiri atau bahkan bagi banyak orang.

Referensi :

https://lifestyle.kompas.com/read/2016/11/19/153000520/kiat.temukan.bakat.anak.pada.seni

https://id.wikipedia.org/wiki/Otak

https://blog.ruangguru.com/perbedaan-fungsi-otak-kiri-dan-otak-kananhttps://www.ibudanbalita.com/artikel/menumbuhkan-minat-seni-anak

Ikhlas,kunci bertahan …

google.com

Pernah baik sama orang tapi kok di jahatin?bukankah kata Tuhan, kebaikan akan di balas dengan kebaikan.  Ungkapan seperti ini akan sering teringat saat kita di sakiti.

Siapa yang mengalami kejadian seperti ini? Kita sama kok. Saya pun pernah merasakan. Hati sepertinya hancur berkeping-keping. Apalagi kalau kita mengalami dengan orang yang di anggap dekat.

Karena hal sepeleh membuat keadaan menjadi saling menyakitkan. Kita merasa tersakiti karena perasaan kita sendiri. Karena orang yang menyakiti mungkin saja  tidak merasakan hal yang sama. Terus pertanyaan nya , apa yang harus kita lakukan:

Dari banyak artikel yang saya baca, saya lebih tertarik dan sesuai sama artikel pada wikihow.com

Cara mengatasi rasa kecewa yang dalam:

  1. Kenali emosi Anda. Akui dengan jujur emosi yang sedang Anda rasakan karena sedang mengalami masalah. Bertanyalah kepada diri sendiri apakah kekecewaan ini dipicu oleh pengalaman negatif di waktu yang lalu dan tidak ada hubungannya dengan orang lain atau situasi saat ini.
  • Akuilah bahwa Anda sedang marah atau kesal, tetapi jangan terjebak oleh keadaan ini.Adakalanya, kemarahan sepertinya bisa mengatasi rasa tidak berdaya dan membuat Anda merasa lebih kuat. Namun, ingatlah bahwa perasaan ini akan menghilang. Jangan hanya memikirkan kemarahan, tetapi berfokuslah memulihkan perasaan yang terluka.
  • Tulislah jurnal sambil berfokus pada apa yang sedang rasakan. Jangan menulis tentang kemarahan, tetapi fokuskan perhatian pada penderitaan yang sedang Anda alami. Tulislah semua yang Anda rasakan dan apakah pernah terjadi hal seperti ini sebelumnya. Mungkin Anda masih menyimpan luka lama yang diekspresikan (dan semakin parah) melalui kejadian saat ini.
  • Belajar Memaafkan dengan ikhlas Akan Membuatmu Lebih Berpeluang Besar Merasakan Kebahagiaan Lagi

Saat kita disakiti, tidak perlulah membenci orang yang menyakiti kita. Tidak perlu juga menyimpan dendam pada mereka yang telah menyakitimu.  Perasaan-perasaan negatif yang dipendam hanya akan membuatmu jadi pedendam. Jika sudah menjadi orang yang ingin balas dendam, kamu pun akan sulit untuk merasa bahagia.

Maafkanlah mereka yang telah menyakitimu dan menorehkan luka di hatimu yang tidak akan pernah hilang. Meski tidak bisa memaafkan seutuhnya, tetapi dengan memaafkan, kamu bisa membuka jalan untuk dirimu sendiri merasakan kebahagiaan.

Biarkan mereka yang menyakitimu merasakan pembalasan yang telah ditakdirkan oleh-Nya. Janganlah kamu membalas keburukan dengan keburukan. Yakinlah bahwa Tuhan merupakan hakim yang seadil-adilnya. Setiap perbuatan akan mendapatkan timbal balik yang sesuai.

UNTUNGNYA PUNYA ACCOUNT MEDIA SOSIAL

google.com


  • Pengertian

Menurut,  Andreas Kaplan dan Michael Haenlein mendefinisikan media sosial sebagai “sebuah kelompok aplikasi berbasis internet yang membangun di atas dasar ideologi dan teknologi dan memungkinkan penciptaan dan pertukaran user-generated content“. 

Ada pula menurut Chris Brogan pengertian media sosial adalah seperangkat alat komunikasi dan kolaborasi baru yang memungkinkan terjadinya berbagai jenis interaksi yang sebelumnya tidak tersedia bagi orang awam.

Marjorie Clayman turut mengungkapkan pengertian media sosial adalah ‘alat pemasaran baru yang memungkinkan untuk mengetahui pelanggan dan calon pelanggan dengan cara yang sebelumnya tidak mungkin’.  

Dilihat dari beberapa pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa, media sosial adalah jejaring sosial yang berguna bagi manusia. Kegunaannya tidak hanya sebagai media komunikasi dan interaksi tetapi juga bisa berguna untuk mengembangkan bisnis.

·        Jenis-jenis media sosial:

Menurut Kaplan dan Haenlein (2010), ada enam jenis media sosial:

1. Proyek kolaborasi, merupakan jenis media sosial yang memungkinkan penciptaan konten secara bersama-sama oleh banyak pengguna. Contohnya adalah Wikipedia, sebuah website yang memungkinkan penggunanya untuk menambahkan, menghapus, dan mengubah konten berbasis teks.

2. Blog, merupakan jenis sosial media yang memungkinkan pengelolanya bebas menulis apapun mulai dari pengalaman, kegiatan sehari-hari, ataupun informasi tertentu. Blog biasanya dikelola oleh satu orang saja, tapi memungkinkan adanya interaksi dengan orang lain melalui pemberian komentar. 

3. Komunitas konten, merupakan media sosial yang memungkinkan para penggunanya saling berbagi konten media, baik berbentuk teks (contohnya BookCrossing), foto (contohnya Flickr), video (contohnya Youtube), maupun presentasi PowerPoint (contohnya Slideshare).

4. Situs jejaring sosial, merupakan aplikasi yang memungkinkan penggunanya membuat profil yang memuat informasi mengenai dirinya, terhubung dengan pengguna lain, serta saling berkirim pesan. Profil dapat mencakup semua jenis informasi, termasuk foto, video, audio, dan blog. Contoh situs jejaring sosial adalah Facebook dan Twitter, Instagram

5. Virtual game world, merupakan dunia virtual, peniruan lingkungan dalam tiga dimensi (3D), dimana user bisa muncul dalam bentuk avatar serta berinteraksi dengan orang lain layaknya di dunia nyata. Contohnya adalah game online.

6. Virtual social world, merupakan aplikasi yang mensimulasikan kehidupan nyata melalui internet. Hampir sama seperti virtual game world, melalui virtual social world pengguna dimungkinkan untuk saling berinteraksi dalam platform tiga dimensi. Akan tetapi interaksi di sini lebih bebas seperti dan tidak terikat aturan seperti dalam game.

  • Manfaat media sosial

Dari berbagai jenis media sosial dia atas, kebanyakan khalayak menggunakan jenis “situs jejaring sosial”. Contohnya yang paling populer seperti, Facebook dan Twitter, Instagram.

Biasa disebut dengan “account sosmed”. Account sosmed seperti ini juga punya manfaat lebih untuk penggunanya. Seseorang bisa membagi kebahagiaan,”kegalauan”,kesedihan dan menyampaikan pendapat tentang perihal tertentu dan paling utama sebagai media untuk mempromosikan bisnis atau “berjualan”.

 Namun , setiap orang yang bermain “sosmed” memiliki kewajiban sendiri yang harus di patuhi :

Menurut artikel, Pengguna media sosial harus lebih awareness dan tahu bahwa norma hukum itu ada pada cyberspace. (hukumonline,com).

Menjelaskan :

Dalam bermedia sosial sudah seharusnya bersikap arif dan bijak sehingga tidak merugikan orang lain, mencemarkan nama baik, menghina, menyebarkan berita bohong, meyesatkan dan mengancam dengan kekerasan.
 
Legal Clinic & Publishing Manager Hukum Online, Letezia Tobing, mengatakan dalam bermedia social harus berhati-hati jangan sampai mencemarkan nama baik orang lain. Yang disebut mencemarkan nama baik orang lain adalah orang yang dituju merasa terhina, lalu yang terhina ini bisa melaporkan atau disebut namanya pengaduan,” kata Letezia dalam Projexion 2017 di Mall Kota Kasablanka, Sabtu (18/3).

Demikian artikel tentang keuntungan “bermedsos” dan beberapa kewajibanya.

Sampai jumpa di artikel yang lainnya.