Ketulusan dan Ibu

sumber: idntimes.com

Jarang orang mau mengakui, kesederhanaan adalah kekayaan yang terbesar di dunia ini: suatu karunia alam. Dan yang terpenting diatas segala-galanya ialah keberaniannya. Kesederhaan adalah kejujuran, dan keberanian adalah ketulusan. – Pramoedya Ananta Toer

Sore itu ,sekitaran pukul 17.30. Di sebuah restoran cepat saji. Saya dan anak sedang makan. Di luar di balik jendela kaca. Ada seorang ibu yang kelihatan habis berjualan minuman keliling. Ia bersama anaknya. Umur anaknya sekitar 5 tahunan. Mereka sedang duduk. Sang anak sedang minum minuman softdrink diatasnya ada ice cream. Biasanya disebut fant* float. Sesaat kemudian adzan maghrib. Ibu yang tadi, mengambil botol minum dari tas dan meminumnya.sepertinya dia sedang membatalkan puasanya. Sambil minum dia menatap anaknya yang menawarkan softdrink. Tapi sang ibu menolak dan tersenyum. Pemandangan yang indah buat saya. Entah apa yang dipikirkan sang ibu,tapi yang pasti dalam hatinya dia hanya menginginkan anak nya merasa senang. Kejadian sederhana namun bermakna buatku. Banyak sekali pemikiran para ahli tentang ketulusan.

 Tapi bagi saya,gambaran nyata tentang ketulusan yaitu seorang ibu. Ibu bersedia meregang nyawa saat melahirkan, berani berkorban untuk seorang bayi kecil yang belum pernah melakukan kebaikan apapun untuk sang ibu. Setiap hari biasanya mengomel, banyak hal yang di omelin . Tapi itulah seorang ibu.

“Banyak Ibu yang baik di dunia, tapi hanya ada satu yang terbaik bagiku yaitu ibuku, untuk kemaren,hari ini dan selamanya”

Tidak peduli bagaimana cara mereka membesarkan sang anak. Ada yang mendidik dengan cara yang tegas ada  pula dengan cara yang halus. Tetapi yang pasti mereka tulus melakukan. Banyak Bersyukur milenials yang masih punya ibu. Karena banyak  anak-anak yang harus berpisah dengan ibunya entah meninggal atau sengaja ditinggalkan karena kondisi sang ibu yang mungkin sedang terguncang saat pergi.Karena ibu hanya punya hati yang tulus. Apapun yang terjadi hatinya tidak goyah untuk tetap kuat berbuat baik,terlebih khusus baik kepada bayi kecilnya. Ini menurutku Kebaikan yang hakiki. Tanpa memerlukan balasan. Begitu besar hati ibumu.

“kalau tak pintar, jadilah yang anak yang baik. Itu sudah cukup untuk ibumu’’.

“Ibu yang sangat mencintaimu mendengar apa yang kamu katakan bahkan memahami apa yang belum engkau katakan.”

Mengasihi tanpa syarat dalam psikologi dikenal sebagai genuine acceptance (penerimaan yang tulus dan apa adanya). Mencintai anak dengan penuh ketulusan adalah mencintai tanpa memikirkan balasan, tidak menghiraukan apa yang akan anak kita berikan pada kita, tidak mempedulikan apa kata orang lain. Seperti ini pemikiran ibu.

Lebaran adalah Saat yang paling tepat untuk berterimakasih pada ibu. Apabila selama ini hanya ada didalam hatimu. Hari ini adalah saat yang tepat,untuk mencium tangan ibumu dengan perasaan tulus.tunduk didepan nya. Cukup bilang terimakasih bu dan maafkan aku karena sering membuat ibu marah.” Ungkapan mu lebih besar dari apapun . 

Selamat lebaran buat para milenial

siap berbakti dihari spesial.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s