Respect start with me

doc.pribadi

Hidup terkadang menyakitkan, apa yang kita inginkan belum tentu terwujud. Ingin mempunyai teman yang baik selalu mendukung dan saling respect tapi mungkin 2 dari 10 teman yang benar-benar baik. Itu semua wajar terjadi.

Karena semua orang bebas memilih teman, bebas mau berbuat baik sama siapa atau pun melakukan hal yang menyakitkan. Selama kita bisa bertanggung jawab.

Sakit hati saat usaha, kerjaan atau pun kreatifitas  kita tidak di hargai, hal yang sama juga terjadi pada orang lain karena penghargaan diri menunjukan bahwa kita adalah manusia yang harus saling menghargai atau sering di sebut respect.

Kunci agar orang respect sama kita, kita harus melakukan hal sama sebagaimana ingin orang lakukan terhadap kita.

Banyak cara yang bisa kita lakukan untuk menghargai orang lain, sebagai contoh saya uraikan beberapa cara menghargai orang lain.

Pertama, bersikap sopan dan santun.
Semua kita pasti sudah diajarkan sikap sopan santun sejak masih kecil. Hal ini sangat bermanfaat untuk kehidupan kita.

Saat beranjak sekolah dan memiliki teman, bersosialisasi dengan lingkungan sikap sopan santun sangat dibutuhkan. Kata-kata seperti maaf, tolong, terimakasih, hal ini menunjukan sikap respect kepada orang lain.

Kedua, akui kehebatan atau kemampuan orang lain.
Mengakui kehebatan atau kemampuan orang lain dengan cara membiarkan mereka untuk mempraktikkan cara membuat keputusan sendiri dan memercayai pilihannya tersebut.

Kita boleh menawarkan bantuan atau memberi nasehat tetapi pada akhirnya biarkan teman mu mengambil sendiri keputusan untuk dirinya sendiri.

Ketiga, hargai pendapat orang lain.
Menghargai pendapat orang lain berarti kita mendengarkan ide, opini dan nasehat orang lain dengan pikiran terbuka.

Bahkan walaupun kita 
tidak setuju, dengarkan apa yang mereka pikirkan dan mereka pedulikan.
Menghargai adalah cara mengekspresikan perasaan kita terhadap orang lain secara tidak langsung.

Ketika seseorang menghargai orang lain maka itu berarti orang tersebut menghormati orang yang ia hargai. Saran-saran dan nasehatnya penting bagi orang tersebut.

Keempat, menjadi pendengar yang baik. Saat teman mengalami masalah, dia mungkin butuh solusi yang tidak bisa kita berikan.

Kamu hanya perlu menjadi pendengar yang baik dengan cara  mendengarkan keluh kesah nya. Dengarkan ungkapan dia, kesedihan, kemarahan, tanpa perlu kita komentari. Hal itu akan mengurangi beban masalahnya.

Kelima, hargai diri sendiri
Kita ingin orang lain menghargai kita, sebelum itu penting untuk kita mampu memandang diri kita sendiri sebagai pribadi yang sama berharganya seperti orang lain.

Dengan mengetahui cara menghargai diri sendiri, kita akan memberikan penghargaan yang sama kepada orang lain.

Masih banyak cara untuk menunjukan sikap saling menghargai. Di atas hanya sebagian kecil.

Saya yakin kita semua memahami dengan baik sikap saling respect seperti kata Nelson Mandela sang politikus dan pengacara Afrika Selatan yang sangat menghargai kebebasan dan sikap respect: “To be free is not merely to cast off one’s chains, but to live in a way that respects and enhances the freedom of others” (Long Walk to Freedom, 1995).

Saat hujan turun,

google.com

Saat hujan turun,

Rongga hati terasa dingin.

Entah hawa atau kenangan,

Mereka seenaknya berlalu-lalang.

Ada beribu kenangan yang tidak bisa dijabarkan, sekalipun penuh dengan makna. Itulah mengapa banyak kisah yang hanya tersimpan rapat diingatan. Meninggalkan sisa-sisa luka dalam waktu dan keabadian yang entah sampai kapan akan berakhir. Tiada memar tanpa benturan. Seringkali orang harus dibingungkan saat mereka menjumpai lara yang berbekas dan enggan mengering lagi. (kutipan artikel, kitabijak.com)

Parahnya, masih ada kondisi-kondisi tertentu yang membuatnya kian sakit. Kata bijak tentang hujan misalnya. Hujan yang ditengarai mengingatkan seseorang pada masa-masa bersejarah dengan orang tercinta kerap menjadikan pikiran flashback. Ia seakan membawa energi sama yang menuntun kita untuk kembali ke suatu kondisi di masa lampau. Penuh dengan hal-hal istimewa yang tidak terlupakan.

Gumpalan air yang menetes hingga berhasil menyentuh tanah dan membasahi bumi, tak luput dengan rerumputan dan bunga-bunga yang menunduk sebenarnya tidak punya maksud apa-apa. Hanya saja persepsi dan jangkauan pemikiran manusia yang luas seringkali mengartikannya lebih dalam. Kata bijak tentang hujan islami tak pernah lepas dari sastra dan kiasan yang andil di dalamnya. Rasanya ada saja titik poin yang mengenai hati saat berbicara seputar hujan.

Guyuran air yang turun deras umunya diidentikkan dengan kerelaan, yang meskipun telah dijatuhkan berkali-kali tetapi ia mau kembali. Bagaimana mungkin seseorang dapat dengan gampang menyingkirkan memorinya bila hujan juga menjadi saksi bisu yang mempertemukan ia dengan sang pujaan hati. Berbekal eksotisme dan segudang daya tariknya, kata bijak tentang hujan tidak pernah absen menjadi bahasan para seniman dan sastrawan lewat gubahan maupun goresan penanya.

“Derasnya hujan yang setiap hari turun dari langit dengan memberikan banyak manfaat bagi makhluk-Nya sama dengan cintamu padaku yang selalu memberikan berbagai macam cerita di hidupku.”

“Aku ingin kau tahu, diam-diam, aku selalu menitipkan harapan yang sama ke dalam beribu-ribu rintik hujan: aku ingin hari depanku selalu bersamamu.”

“Air hujan yang turun bisa hilang dilekang waktu, namun rasa cintaku padamu tak akan pernah hilang oleh waktu.”

Semua hanyalah kata-kata,

Semakin indah sebuah kalimat, maknanya merasuk hingga ke jiwa.

Tidak menunggu yang sudah berlalu, hanya merindu rasa yang dulu.

Pergi saja, kita memang tak mungkin bersama . . .

Pergi saja, kita memang tak mungkin bersama…..

google.com

Setelah mengatakan seperti ini. Apakah saya benar-benar lupa. Aneh nya tidak semudah ungkapan.

Bila bagian paling sensitif pada pria adalah egonya, maka bagian paling sensitif pada wanita adalah hatinya. Inilah bagian yang paling mudah terluka sekaligus paling cepat bereaksi. Itu sebabnya kita perlu memahami perihal hati wanita terutama dalam kaitannya dengan hidup berkeluarga (kutipan artikel, telaga.com )

Yang perlu kita ketahui tentang hati wanita adalah :

  1.  KELEMBUTANNYA.

Apa pun sikap yang diperlihatkan di luar, pada dasarnya hati wanita adalah lembut. Tuhan menciptakan hati yang lembut supaya wanita dapat menunaikan tugas yang diembankan Tuhan kepadanya yaitu sebagai pendamping dan pengasuh.

Sewaktu Allah menciptakan Hawa, Ia menetapkannya untuk menjadi “penolong yang sepadan” bagi Adam (Kejadian 2:18). Siapa pun yang berbeban untuk menolong pasti tahu bahwa syarat utama menjadi penolong adalah mempunyai hati yang lembut. Tanpa hati yang lembut, kita tidak akan tergerak untuk menolong.

Juga, Tuhan mengaruniakan hati yang lembut kepada wanita karena kebanyakan wanita akan menjadi ibu. Siapa pun yang menjadi ibu pastilah tahu bahwa tidak mungkin menjalankan tugas sebagai ibu jika tidak memiliki hati yang lembut. Bangun tengah malam, membersihkan kotoran anak, merawat anak ketika sakit, dan sederet tugas lainnya, semua menuntut adanya hati yang lembut. Singkat kata, kelembutan hati wanita terkait erat dengan tugasnya sebagai PENOLONG dan PENGASUH. Sebagai suami kita mesti senantiasa mengingat bahwa pada dasarnya istri kita berhati lembut. Sesungguhnya ia ingin berfungsi sebagai penolong bagi suami dan pengasuh bagi anak. Hargailah hatinya yang lembut dan dukunglah dalam tugas menjadi penolong dan pengasuh. Jangan justru mempersulitnya dengan perilaku kita yang menghambat.

  • KEHALUSANNYA.

Kehalusan hati wanita membuatnya mudah bereaksi–baik itu reaksi yang positif maupun negatif. Secara positif wanita cepat bereaksi terhadap kasih sayang dan rasa dibutuhkan. Sebaliknya secara negatif wanita cepat bereaksi terhadap penolakan dan rasa tidak dihargai. Berkaitan dengan kehalusan hati wanita, ada dua hal yang mesti kita pahami.

WANITA TIDAK SELALU MENGERTI PERASAANNYA SENDIRI DAN TIDAK SELALU MENGELUARKAN REAKSI YANG KONSISTEN. Oleh karena kuatnya dan mudahnya ia bereaksi, kadang ia harus mengalami beberapa perasaan yang berkecamuk sekaligus. Mungkin di saat ia marah kepada kita, ia pun merasa takut kehilangan kita. Di saat ia melayani kita karena cintanya kepada kita, ia merasa disingkirkan oleh kita. Singkat kata, oleh karena emosi yang bercampur, kadang ia memberikan beberapa reaksi sekaligus, yang sudah tentu akan membingungkan kita. Jadi, pahamilah hal ini dan terimalah ketidakkonsistenan ini sebagai bagian dari dirinya.

WANITA MUDAH DIPENGARUHI BUKAN SAJA OLEH SUASANA HATI TETAPI JUGA OLEH SUASANA LINGKUNGAN. Apa yang terjadi berdampak langsung pada dirinya seakan-akan tidak ada dinding pemisah antara dirinya dan lingkungan. Sesungguhnya ada dinding pemisah antara dirinya dan lingkungan namun oleh karena hati yang halus, ia mudah terpengaruh oleh apa yang terjadi di sekelilingnya. Itu sebabnya kadang ia mudah berubah pikiran–apa yang diputuskannya kemarin, hari ini diubahnya. Kalau tidak hati-hati, ia pun mudah dipedaya oleh penampakan. Orang tinggal menampakkan wajah memelas, maka luluhlah hati wanita.

  • APA PUN YANG DIPIKIRKAN DAN DIRASAKAN, PADA AKHIRNYA YANG DITUJU ADALAH MEMPEROLEH RASA AMAN. Salah satu kebutuhan terbesar wanita adalah rasa aman dan sesungguhnya ini berasal dari hati yang halus yang membuatnya mudah cemas. Itu sebabnya salah satu kecenderungannya adalah memastikan. Setidaknya ada dua hal yang ingin dipastikannya:
  • WANITA INGIN MEMASTIKAN BAHWA ORANG YANG DIKASIHINYA TERLINDUNGI DAN TERCUKUPI. Tidak heran pada umumnya ibu akan mengutamakan kebutuhan keluarganya di atas hal lainnya. Mungkin bagi kita, kadang tindakan ini terlalu menguasai atau mendominasi sehingga membuat kita kurang nyaman. Juga, mungkin kita dapat berprasangka bahwa istri kita terlalu berpusat pada keluarga sendiri dan kurang memikirkan kebutuhan orang lain. Sesungguhnya ia hanya ingin memastikan orang yang dikasihinya tercukupi dan terlindungi dulu. 
  • WANITA INGIN MEMASTIKAN BAHWA ORANG YANG DIKASIHINYA TERUS BERSAMANYA. Hati yang halus sekali tertambat akan terus tertambat. Tidak heran pada umumnya wanita sukar melepaskan orang yang dikasihinya kendati kadang itu perlu dilakukan.

Wanita akan selalu mau belajar ketika dia sudah menemukan titik nyaman, dia tidak akan menyerah hanya karena ada hal kecil yang mencoba untuk menghalanginya untuk berubah menjadi lebih baik. Itu semua dilakukan untuk orang yang dia sayangi.

Saya menunggu kamu kembali.